Peresmian alat pemeriksaan kesehatan otomatis di lingkungan kerja Pertamina.

Yogyakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Marketing Regional Jawa Bagian Tengah menyediakan alat pemeriksaan kesehatan otomatis yang dinamakan ”PROHEALTH”. Alat ini merupakan salah satu bentuk inovasi dalam menunjang kesehatan para pekerja.

Pjs. Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina regional Jawa Bagian Tengah, Marthia Mulia Asri, menjelaskan PROHEALTH singkatan dari Pertamina Robotic Health. Ini merupakan bagian dari penerapan optimalisasi program “Fit To Work” (FTW) di perusahaan.

“Resiko bisnis Pertamina yang cukup tinggi membutuhkan kesiapan optimal dalam menunjang kesehatan para pekerja,” ujar Marthia, Jum’at (20/11).

Selama ini, jelasnya, Pertamina telah menerapkan program fit to work yang mengharuskan setiap pekerja untuk memeriksakan kondisi kesehatannya secara rutin. Namun, selama ini hal tersebut dilakukan secara manual dengan memeriksakan diri ke dokter on site clinic sehingga cukup memakan waktu dalam pemeriksaannya.

“Pertamina pun mencoba menyediakan alat pemeriksaan kesehatan otomatis yang dapat diakses oleh setiap pekerja menggunakan sistem RFID (Radio Frequency Identification), sehingga memudahkan dan mempersingkat waktu pemeriksaan sekaligus terintegrasi dengan sistem identifikasi personil,” ungkap Marthia.

Atas pencapaian dari program Pertamina melalui alat pemeriksa kesehatan, Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan penghargaan pencapaian sebagai alat pemeriksaan kesehatan otomatis pertama yang langsung terintegrasi dengan sistem identifikasi personil (absen).

Penghargaan diberikan langsung oleh Senior Manager MURI, Sri Widayati, kepada General Manager Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah, Sylviana Grace Yuvenna, di kantor Cabang Pertamina Yogyakarta.

“Pertamina merupakan satu-satunya perusahaan yang telah menyediakan alat pemeriksaan kesehatan otomatis terintegrasi dengan sistem identifikasi personil atau absensi. Dari hasil penilaian tim internal kami maka Pertamina berhak mendapatkan Rekor MURI tersebut dan diharapkan dapat mengoptimalkan lebih lagi dari program ini,” ujar Sri Widayati.

Alat pemeriksaan kesehatan otomatis ini dapat diakses oleh setiap pekerja menggunakan sistem RFID (Radio Frequency Identification), sehingga memudahkan dan mempersingkat waktu pemeriksaan sekaligus terintegrasi dengan sistem identifikasi personil (abensi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here