Gardu Induk 150 kV Bantaeng Smelter, Sulawesi Selatan.

Jakarta, Petrominer – Pemerintah menjamin keamanan pasokan listrik tetap terjamin meski ada dampak pandemi Covid-19. Malahan, rasio elektrifikasi terus tumbuh di tengah pandemi ini.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Munir Ahmad, menyebutkan bahwa rasio elektrikasi selama enam bulan pertama tahun 2021 naik menjadi 99,37 persen. Infrastruktur ketenagalistrikan juga bertambah selama periode semester I-2021.

“Rasio elektrifikasi nasional pada tahun 2021 memiliki target sebesar 100 persen Artinya, semua rumah tangga di Indonesia memiliki akses energi listrik. Berdasarkan berita acara penetapan, rasio elektrifikasi nasional sampai dengan semester I-2021 sebesar 99,37 persen,” ungkap Munir, Rabu (8/9).

Dalam kesempatan itu, dia juga memaparkan capaian Ditjen Ketenagalistrikan terkait rasio elektrifikasi, susut jaringan, dan penambahan pembangkit, transmisi, gardu induk, dan jaringan distribusi.

Susut jaringan tenaga listrik sampai dengan triwulan I-2021 sebesar 9,00 persen, sesuai dengan Surat Penetapan Realisasi Susut Jaringan PT PLN (Persero) tanggal 17 Juni 2021. Pada tahun 2021, susut jaringan tenaga listrik ditargetkan sebesar 9,01 persen.

Selama semester I-2021, ada penambahan kapasitas pembangkit 679,59 mega watt (MW), transmisi 1.203,31 kms, gardu induk 2.930 MVA, dan jaringan distribusi 6.951,56 kms.

“Pemerintah tetap menjamin dampak pandemi Covid-19 tidak akan mengganggu keamanan pasokan listrik dan dipastikan kondisi cadangan aman pada sistem ketenagalistrikan,” tegas Munir.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here