General Manager Pertamina MOR III, Tengku Fernanda, saat melakukan serah terima LPG tabung pink kepada salah satu pengusaha kuliner di Pujasera Rest Area KM 38, Tol Jagorawi, Bogor, Kamis (19/9).

Bogor, Petrominer – Ada khabar gembira bagi para pengusaha kuliner di lingkungan rest area tol Jagorawi. Kini, mereka bisa menukarkan (trade-in) tabung Liquefied Petroleoum Gas (LPG) 3 kg (tabung warna hijau) yang selama ini dipakai dengan tabung LPG Bright Gas ukuran 5,5 kg (tabung warna pink).

Ini merupakan bagian dari edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pemakaian LPG sesuai dengan peruntukannya. PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan 65 tabung LPG Bright Gas untuk para pengusaha kuliner di lingkungan Pujasera Rest Area KM 38, Tol Jagorawi, Bogor.

“Sebanyak 15 Pengusaha Kuliner di rest area ini mendapatkan berkah dari Pertamina untuk penukaran tabung LPG gratis. Mereka sebelumnya merupakan pengguna tabung LPG 3 kg. Namun berhasil diedukasi untuk beralih memakai bahan bakar LPG non subsidi Bright Gas 5,5 kg,” ujar General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III, Tengku Fernanda, Kamis (19/9).

Fernanda menjelaskan, Pertamina senantiasa melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemakaian LPG sesuai dengan peruntukannya. Seperti diketahui, LPG 3 kg merupakan subsidi dari Pemerintah, sehingga peruntukannya diatur dalam Peraturan Menteri ESDM yakni untuk rakyat miskin dan pengusaha mikro.

Selama ini, jelasnya, Pertamina juga rutin berkeliling ke masyarakat luas dan usaha kuliner. Hal ini dilakukan sebagai langkah sosialisasi mengenai kehandalan LPG Bright Gas.

“Kami mengapresiasi keinginan pengusaha kuliner untuk beralih ke LPG Non Subsidi. Karena itu, selain trade-in gratis, kami juga memberi pinjaman tabung Bright Gas tambahan untuk keamanan stok LPG serta gratis isi ulang perdana,” tegas Fernanda.

Program Pertamina ini mendapat sambutan yang antusias dari para pengusaha kuliner di rest area. Mereka pun tidak melewatkan begitu saja tawaran trade-in gratis tabung LPG tersebut.

“Saya biasanya pakai tabung melon 3 kg, yang subsidi. Tapi dengan program trade-in tabung Bright Gas ini, tentu saya senang sekali,” ujar Suyanto (31 tahun), salah satu pengisi kios Pujasera, Mbok Tumbu.

Suyanto menyatakan sudah berjualan di Pujasera Rest Area KM 38 sejak 10 tahun lalu. Dalam sebulan, dia mengaku bisa menghabiskan 15 tabung LPG 3 kg. Kini, dengan memakai LPG 5,5 kg, Suyanto berharap bisa lebih irit dan tidak perlu sering ganti tabung.

“Dengan memakai LPG 5,5 kg ini, harapannya bisa lebih mudah tidak perlu sering ganti tabung. Kayaknya juga lebih irit pakai yang 5,5 kg,” tegasnya.

Sementara itu, untuk memudahkan masyarakat, Pertamina juga telah menyediakan berbagai produk LPG non subsidi dengan berbagai ukuran, mulai dari 5,5 kg, 12 kg, hingga 50 kg. Semuanya itu dapat digunakan sesuai kebutuhan masyarakat umum. Tidak hanya itu, Pertamina pun telah menyiapkan berbagai layanan istimewa untuk konsumen LPG non subsidi tersebut.

“Berbagai program kami lakukan untuk dapat mempermudah mendapatkan Bright Gas, LPG non subsidi. Salah satunya dengan membentuk Special Outlet Bright Gas yang dapat melayani layanan antar sampai pemasangan tabung di rumah konsumen, serta layanan istimewa lainnya,” jelas Fernanda.

Saat ini, terdapat 25 Special Outlet Bright Gas di Bogor dan Depok. Ini diharapkan dapat menambah kehandalan Home Delivery dari 42 Agen LPG Non PSO di Bogor dan Depok.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here