,

PTAR Sukses Sembuhkan 827 Mata Buta Katarak

Posted by

Medan, Petrominer – Dua bulan sudah PT Agincourt Resources (PTAR) menggelar rangkaian operasi katarak gratis di Tapanuli Selatan dan Medan, Sumatra Utara. Kegiatan dengan tema “Buka Mata Lihat Indahnya Dunia” ini telah berhasil memulihkan 827 mata lewat operasi katarak, dengan pasien termuda berusia 14 bulan.

Presiden Direktur PTAR, Muliady Sutio, menyebutkan bahwa jumlah mata yang dioperasi ini melampaui target awal. Ini menjadi bukti besarnya antusiasme warga lingkar Tambang Emas Martabe hingga warga ibukota Sumatra Utara terhadap upaya konkret PTAR di bidang kesehatan masyarakat.

“Operasi katarak gratis yang digelar setiap tahunnya ini adalah upaya konkret PTAR dalam mendukung kesehatan masyarakat. Tidak hanya dari area sekitar tambang emas Martabe, penerima manfaat juga berasal dari beberapa kabupaten/kota lainnya, seperti Mandailing Natal, Kota Medan, Deli Serdang, dan Langkat,” ungkap Muliady usai menutup rangkaian kegiatan operasi katarak gratis PTAR, Kamis (24/11).

Acara penutupan kegiatan operasi katarak gratis PTAR diadakan di RS Khusus Mata Mencirim 77, Medan. Dihadiri Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi, Direktur & CFO PTAR, dan Komisaris PTAR, Linda Helena Darmalina.

Dalam kesempatan itu, Muliady juga menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program mulia ini sehingga seluruh putaran operasi katarak gratis berjalan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Menurutnya, rangkaian operasi katarak gratis ini dapat terselenggara karena dukungan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, masyarakat sekitar area Tambang Emas Martabe, dan semua pemangku kepentingan di Tapanuli Selatan dan Sumatra Utara.

“Kami sampaikan apresiasi tertinggi kepada para pasien yang telah mengikuti operasi katarak gratis ini. Sebagian dari mereka adalah pencari nafkah keluarga, penopang hidup anak-anaknya, dan ada pula anak-anak yang masih bersekolah. Selamat kepada para pasien yang telah pulih, kembali produktif dan mandiri menjalani hidup,” kata Muliady.

Dia menekankan bahwa rangkaian operasi katarak gratis yang diadakan PTAR setiap tahunnya ini merupakan bukti konkret dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesehatan masyarakat, utamanya masyarakat pra-sejahtera. Dalam kerangka yang lebih luas, penyelenggaraan operasi katarak sejalan dengan poin ketiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG’s), yakni menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia.

Operasi katarak gratis “Buka Mata Lihat Indahnya Dunia” diadakan PTAR sejak tahun 2011. Tahun 2022 menjadi tahun kedelapan PTAR menggelar rangkaian operasi katarak gratis, tepatnya di RS Bhayangkara, Batangtoru, Tapanuli Selatan dengan jumlah mata yang dioperasi mencapai 525 mata dan di RS Mencirim 77 Medan dengan jumlah mata dioperasi sebanyak 302 mata.

Anak Penderita Katarak

Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono, menegaskan bahwa operasi katarak yang diadakan PTAR kepada warga pra-sejahtera penting dilakukan untuk menekan prevalensi buta akibat katarak yang cukup tinggi di Sumatra Utara.

Mengacu pada hasil Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RABB) tahun 2014-2016, prevalensi kebutaan akibat katarak di Indonesia mencapai 1,9 persen, dengan sekitar 90 persen gangguan penglihatan terdapat di wilayah penduduk berpenghasilan rendah. Di Sumatra Utara saja, nyaris 80 persen kebutaan pada penduduk usia 50 tahun ke atas disebabkan katarak yang tidak dioperasi karena alasan biaya.

“Kepedulian PTAR terbukti membawa perubahan langsung bagi kehidupan masyarakat yang hasilnya dapat dirasakan seumur hidup. Sejak tahun 2011 hingga saat ini, operasi katarak yang digelar PTAR telah menyembuhkan 8.945 mata katarak. Khusus tahun ini saja, sebanyak 827 mata dioperasi, sekitar 75 persen di antaranya berasal dari Tapanuli Selatan,” ucap Katarina.

Salah satu penerima manfaat berusia 14 bulan, Mutiara Nur Olivia. Dia menjadi pasien termuda di rangkaian operasi katarak gratis tahun 2022.

Ibunda Mutiara, Epaliani, mengaku sangat bersyukur atas operasi katarak gratis yang diterima anaknya. Dari rumahnya di Muara Batangtoru, Tapanuli Selatan, ia bersama suami mengantar anaknya yang menderita katarak pada kedua matanya itu untuk menjalani operasi katarak di RS Mencirim 77 Medan.

“Saya dan suami sangat berharap agar Mutiara bisa melihat seperti teman-temannya yang lain. Benar-benar kami sangat terbantu dengan adanya operasi katarak gratis ini,” ungkapnya.

Ada juga Alfandi Wijaya yang berusia 11 tahun dari Langkat. Alfandi diketahui menderita katarak saat usianya 4 bulan. Dia kerap menerima cibiran dari teman-temannya karena satu matanya katarak, apalagi dia juga tunarungu dan sulit berbicara.

“Saya ingin sekali Alfandi bisa melihat jelas, sehingga bisa belajar dan bermain sepakbola seperti anak-anak lainnya. Tetapi saya tidak punya biaya untuk operasi. Untunglah saya dengar tambang emas Martabe mengadakan operasi katarak gratis, jadi saya daftarkan Alfandi,” ucap ibunda Alfandi, Rohana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *