Labuan Bajo, Petrominer – Sorak sorai anak-anak mewarnai Peresmian PLTS Seraya 190 kWp di Desa Seraya Maranu, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Peresmian ini dilakukan bertepatan peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2019.
Acara tersebut diresmikan oleh Deputi Energi Logistik Kawasan dan Pariwisata Kementrian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah, didampingi Direktur Utama PT Pelni, Insan Purwarisya, dan General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT Ignatius Rendroyoko.
“Saya ucapkan selamat atas peresmian PLTS Seraya Maranu bagi masyarakat dan anak-anak seraya, semoga bisa memanfaatkan listrik dengan sebaik-baiknya, harapan kami tentu hadirnya listrik membawa perubahan yang lebih baik terutama untuk kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat,” ujar Edwin usai acara peresmian tersebut, Kamis (24/7).
Dalam kesempatan itu, dia menegaskan pentingnya listrik untuk pembangunan dan peningkatan ekonomi suatu daerah. Kedepannya, Pemerintah diharapkan bisa tetap terus mengembangkan kelistrikan di wilayah-wilayah terpencil lainnya.
Dalam rangkaian acara tersebut, juga diberikan bantuan pemasangan listrik gratis kepada sejumlah warga yang tidak mampu. Bantuan ini diberikan oleh PLN dan Pelni.
“Pak Dirut Pelni sanggup membantu pasang baru gratis buat warga yang tidak mampu di seraya sebanyak 50 calon pelanggan,” ujar Edwin yang disambut tepukan meriah warga.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Ignatius Rendroyoko, menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan dan dukungan dari Kepala Desa dan seluruh warga dalam hal pembangunan PLTS. Mulai dari pembebasan lahan, pengedropan material pembangunan jaringan tegangan rendah sampai dengan listrik bisa menyala.
“Harapannya semua bisa memanfaatkan listrik ini dan membantu menjaga aset PLN yang ada agar listrik terus bisa menyala,” ujar Rendroyoko.
Sebagai BUMN, PLN telah mengambil bagian dalam mendukung peningkatan prasarana kelistrikan di daerah terdepan dan di NTT saat ini fokus pada percepatan program Peningkatan Rasio Elektrifikasi (RE), dan Peningkatan pembangunan pembangkit lisrik EBT (Energi Baru Terbarukan).
PLTS sebagai sumber listrik utama kelistrikan di Desa Seraya Maranu dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 5000 meter persegi. Pembangkit listrik berkapasitas 190 kWp itu terdiri atas 575 unit panel surya 330 Watt peak, serta dilengkapi dengan baterai yang siap menyuplai listrik 24jam.








Tinggalkan Balasan