Kiri ke kanan : Vice President Public Relation PLN, Dwi Suryo Abdullah, Operator PLTP Indonesia Power Kamojang, Direktur Operasioinal 1 Indonesia Power, M. Hanafi Nur Rifai, dan Head of Corporate Communication Indonesia Power, Rahmi Sukma saat meninjau di PLTP Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (14/3). (Petrominer/ Fachry Latief)

Garut, Petrominer – Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik terbesar di Indonesia, PT Indonesia Power mempunyai berbagai macam tipe dan jenis pembangkit yang tersebar di seluruh Indonesia. Mulai dari pembangkit berbahan bakar fosil hingga energi baru terbarukan (EBT).

Saat ini, anak perusahaan PT PLN (Persero) itu mengoperasikan pembangkit dengan total daya terpasang 16.376,6 megawatt (MW). Sementara kapasitas pembangkit EBT mencapai 9,4 persen dari total daya terpasang, yaitu 1.541,6 MW dan tentunya akan terus berkembang.

“Indonesia Power memiliki Unit Pembangkit EBT yang berada di Kabupaten bandung, yaitu yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang Power Generation O&M Services Unit (POMU),” ujar Direktur Operasioinal 1 Indonesia Power, M. Hanafi Nur Rifai, Sabtu (14/3).

Hanafi menjelaskan, PLTP Kamojang pertama kali beroperasi tahun 1982 dengan 1 Unit Pembangkit. PLTP ini terus ditingkatkan hingga menjadi 3 Unit dengan total kapasitas terpasang 140 MW.

PLTP Kamojang Unit 1-3.

Sebagai PLTP Pertama di Indonesia, PLTP Kamojang berkomitmen untuk tidak mengesampingkan aspek pencapaian kinerjanya. Terbukti hingga Juli 2019, Kamojang POMU telah menunjukan kinerja baik dengan pencapaian EAF (Equivalent Availability Factor) dan EFOR (Equivalent Force Outage Rate) sampai dengan Juli 2019 berada di angka 96,44 dan 0,68.

“Selain pencapaian itu, Kamojang POMU juga telah memenangkan beberapa penghargaan di bidang lingkungan maupun CSR. Salah satu yang baru saja diterima di tahun 2019 adalah PROPER EMAS dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan Mitra Pembangunan Jawa Barat Program CSR / PKBL dari Gubernur Jawa Barat,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, Kamojang POMU mengelola total 7 unit pembangkit dengan kapasitas 375 MW yang terbagi di 3 sub unit. Pertama, PLTP Kamojang sendiri dengan 3 unit pembangkit berkapasitas 140 MW. Kedua, PLTP Darajat di Kabupaten Garut dengan 1 unit pembangkit berkapasitas 55 MW. Dan ketiga, PLTP Gunung Salak di Kabupaten Bogor dengan 3 unit pembangkit berkapasitas 180 MW.

“Selain itu ketiga sub unit tersebut, Kamojang POMU juga mengelola PLTP Ulumbu yang terletak di Nusa Tenggara Timur dengan kapasitas sebesar 10 MW,” jelas Hanafi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here