Manggarai Timur, Petrominer – PT PLN (Persero) terus berupaya mempercepat Ratio Elektrifikasi (RE) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat ini, RE di provinsi tersebut masih di bawah 90 persen.

Upaya peningkatan RE tersebut, khususnya di daerah kepulauan, dilakukan dengan memberikan sambungan listrik gratis kepada masyarakat. Sebanyak 11.000 Kepala Keluarga pun telah dijadikan target karena masuk dalam ketegori tidak mampu. Ini sesuai dengan Base Data Terpadu hasil survey oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Direktur Bisnis regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara PLN, Djoko Abumanan, menyatakan banyak kendala yang dihadapi PLN dalam merealisasi penyambungan tersebut. Misalnya, tidak semua calon pelanggan terjangkau jaringan tegangan rendah. Namun PLN optimis penyambungan 11.000 KK di NTT bisa terealisasi hingga akhir tahun 2019 ini.

“Upaya yang dilakukan selain menyambung saluran rumah yang tadinya nyantol (levering), PLN juga menambahkan infrastruktur baru berupa Jaringan Tengangan Menengah dan Tengangan Rendah lengkap dengan Trafo Distribusinya. Upaya ini harus dilakukan PLN mengingat sebagian dari warga yang akan mendapatkam sambungan gratis belum tersedia jaringan listriknya,” jelas Djoko di sela-sela acara peresmian lembaga penyalur BBM satu harga di Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Jum’at (10/5).

Sementara dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan untuk memperkuat dan memperluas jangkauan sistem interkoneksi, PLN membangun Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV Ruteng – Bajawa. Transmisi 70 kV tersebeut akan melewati beberapa kabupaten, antara lain Manggarai Timur (Bojong) – Nagekeo, Ende (Kampung Ropa), Maumere, Wairita dan Kabupaten Larantuka.

“Dengan pertimbangan kondisi selama pembangunan SUTT 70 kV di jalur Ruteng – Ropa, PLN optimis dapat diselesaikan akhir tahun 2019 meski kendala yang dihadapi tidaklah ringan mengingat kontur tanah berbukit-bukit. Untuk jangka pendek pada triwulan III dapat dioperasikan seksi Ruteng – Bejawa,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Djoko mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Daerah dan warga yang selama ini membantu PLN untuk mendapatkan lahan tapak-tapak tower dan perijinnan.

“Meskipun banyak tantangan yang dihadapi selain daerahnya kepulauan, pegunungan, melewati lembah, dan beberapa desanya terletak di lereng-lereng bukit sehingga untuk mengangkut material listrik (tiang dan assesorisnya, kawat dan trafo) membutuhkan waktu tersendiri karena ada yang diangkut dengan gotong-royong banyak orang. Khusus untuk pembangunan SUTT 70 kV Sistem Flores dari ujung barat hingga ujung timur panjang lintasannya mencapai 600 kms,” jelasnya.

Menurut Djoko, upaya PLN tersebut merupakan wujud pemerataan pembangunan di sektor kilistrikan agar infrastruktur listrik di NTT guna memenuhi kebutuhan masyarakat tersedia dalam kapasitas yang cukup andal, bahkan mampu melayani kebutuhan tidak hanya perubahan tetapi juga pengembangan industri dan pariwisata.

PT PLN (Persero) memberikan perhatian khusus untuk melistriki seluruh desa di NTT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here