Gardu Induk Tayan di Sanggau, Kalimantan Barat.

Sanggau, Petrominer – PT PLN (Persero) mengklaim kehandalan sistem listrik di Sanggau, Kalimantan Barat, tidak jauh berbeda dengan kehandalan di Pulau Jawa. Ini terwujud menyusul beroperasinya Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) dari Siantan hingga ke Tayan dan juga Gardu Induk (GI) Tayan.

Menurut Direktur Bisnis PLN Regional Kalimantan Machnizon, jaringan listrik tegangan tinggi ini melintasi empat kota/kabupaten di Kalimantan Barat, yakni Sanggau, Kubu Raya, Mempawah, dan Pontianak. Kabel transmisi sepanjang 130 kilometer sirkit (kms) tersebut disangga 302 tower.

“Listrik padam karena pasokan kurang di Sanggau diharapkan tidak lagi terjadi, kecuali adanya masalah gangguan pada jaringan distribusi seperti adanya gangguan tali kawat layang-layang,” ujar Machnizon, Rabu (24/1).

Tower pendukung jaringan transmisi Listrik Siantan-Tayan, Kalimantan Barat.

Untuk Gardu Induknya, GI Tayan dengan kapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA) mampu menahan beban puncak hingga 3 Megawatt (MW). Dengan kemampuan GI sebesar itu, PLN mampu memasok listrik untuk sekitar 9.000 pelanggan di sekitar Sanggau.

Dalam kesempatan itu, Machnizon menyampaikan dukungan dari semua pihak agar PLN bisa menyelesaikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan Barat ini. “PLN juga terus mengusahakan satu sistem interkoneksi kelistrikan di Kalimantan untuk mewujudkan Kalimantan Benderang,” paparnya.

 

 

PLTD Tersebar

Seiring dengan penambahan daya pasok listrik di daratan Kalimantan, PLN juga mengoperasikan pembangkit bermesin diesel (PLTD) untuk daerah-daerah yang statusnya isolated.

PLTD dengan total kapasitas 21 MW tersebut tersebar di beberapa daerah, yakni :
1. PLTD Balai Karangan (2 MW), lokasi Balai Karangan, Kec. Entikong, Kab Sanggau
2. PLTD Teluk Melano (6 MW), lokasi Teluk Melano, kab. Kayong Utara
3. PLTD Semitau (2 MW), lokasi Semitau, Kab. Kapuas Hulu
4. PLTD Nanga Tepuai (3 MW), lokasi Tepuai, Kab. Kapuas Hulu
5. PLTD Sawai/Putussibau (8 MW), loksai Sawai, Kab. Putusibau.

“Daya 21 MW ini setara dengan melistriki 16 ribu pelanggan. Selain itu penambahan mesin pembangkit ini, pasokan listrik di 3 kabupaten yakni Sanggau, Kapuas Hulu dan Kayong Utara dapat lebih handal. Dari sisi teknis ini akan meningkatkan kualitas tegangan yang diterima oleh pelanggan,” ujar Machnizon.

Sebagai informasi tambahan, PLN dapat mencapai target rasio elektrifikasi (RE) Provinsi Kalimantan Barat tahun 2018 sebesar 84 persen. Per Nopember 2017 lalu, sebaran RE di provinsi ini mencapai 81,6 persen atau telah melampaui target tahun 2017 sebesar 80,9 persen.

Dari 163 desa, masih ada 32 desa belum dialiri listrik, dan dari 865 dusun tinggal 273 dusun yang belum teraliri listrik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here