Kutai Barat, Petrominer – PT PLN (Persero) mendatangkan sebuah kabar gembira bagi masyarakat Melak, Kutai Barat. Pasokan listrik di daerah ini segera mendapat tambahan dari pembangkit bermesin diesel (PLTD) dengan kapasitas 17 MW. Sebanyak tujuh belas mesin pembangkit itu sudah terpasang dan sebagian sudah beroperasi.
Menurut General Manager PLN Wilayah Kalimantan Timur dan Utara, Riza Novianto Gustam, pemasangan mesin pembangkit baru ini merupakan komitmen PLN untuk memperkuat sistem kelistrikan di daerah terpencil.
“Tambahan mesin pembangkit ini tentunya akan meningkatkan pelayanan kami terhadap pelanggan di Melak. Dengan adanya tambahan daya ini, kami estimasikan dapat melayani pelanggan baru hingga 10.000 pelanggan di sini (Melak),” ujar Riza, Rabu (28/2).
Dari 17 mesin tersebut, delapan unit diantaranya sudah beroperasi dan sinkron dengan sistem kelistrikan di Melak. Bulan depan, semua mesin diharapkan sudah bisa beroperasi.
“Mulai pertengahan Pebruari, pembangkit baru ini sudah sinkron dengan sistem. Saat ini, delapan sudah beroperasi, sementara sembilan sisanya sedang dalam proses perakitan. Kami siapkan instalasi panel, kabel juga instalasi pipa BBM-nya. Kita sama-sama berharap dalam satu bulan kedepan, sudah bisa operasi maksimal,” terang Riza.
Berjalan dengan skema isolated, sistem kelistrikan Melak memiliki daya mampu 19,2 MW dengan beban puncak berkisar 11.5 MW. Melayani sejumlah 30.000 pelanggan, pasokan listrik Melak selama ini disuplai oleh PLTD Sendawar yang berlokasi di Desa Sendawar, Kutai Barat. Dengan bertambahnya 17 unit mesin baru, sistem Melak dipastikan memiliki daya yang cukup.
Riza melanjutkan bahwa sesaat setelah ee-17 mesin tersebut beroperasi, PLN akan memindahkan mesin PLTD eksisting di sana ke daerah lain yang masih membutuhkan pasokan daya tambahan.
“Ada 1 unit mesin milik Pemerintah Daerah dengan total daya 500 kW, rencananya akan kita relokasi ke Long Iram untuk menambah jam operasi di sana menjadi 24 jam. Begitu juga dengan mesin PLTD milik PLN lainnya, dua unit kapasitas 2 x 500 kW akan kami siagakan di Samarinda sebagai genset bergerak, dan unit lainnya akan kita pindahkan ke daerah-daerah yang masih memerlukan tambahan pasokan listrik”, lanjut Riza.









Tinggalkan Balasan