Panel surya PLTS.

Labuan Bajo, Petrominer – PT PLN (Persero) akan membangun PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) komunal off-grid dengan total kapasitas sebesar 2.920 kWp (2,9 MW) di 11 lokasi tersebar wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Ini merupakan bagian dari upaya untuk memperluas akses listrik, khususnya masyarakat yang tinggal pada suatu daerah yang tidak terjangkau instalasi listrik PLN.

Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Timur, Nusra dan Bali, Djoko Abumanan, mengatakan bahwa rencana pembangunan PLTS ini sejalan dengan kebijakan PLN untuk terus mendorong penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Pembangkit Listrik Tenaga Surya ini kita bangun untuk menjangkau daerah-daerah yang belum terlistriki atau belum masuk jaringan listrik, selain itu juga demi mencapai target EBT 23 persen di 2019, dan mengurangi penggunaan diesel sebanyak 0,4 persen di tahun 2025,”kata Djoko.

Berikut rincian lokasi, jumlah pelanggan dan kapasitas PLTS Komunal yang akan dibangun tersebut:

  1. Miesa 468 pelanggan, kapasitas 530 kWp
  2. Papa Garang, 333 pelanggan, kapasitas 380 kWp
  3. Seraya Maranu 162 pelanggan, kapasitas 190 kWp
  4. Batu Tiga, 102 pelanggan, kapasitas 120 kWp
  5. Nuca Molas, 411 pelanggan, kapasitas 380 kWp
  6. Usulanu, 82 pelanggan, kapasitas 70 kWp
  7. Ternate, 474 pelanggan, kapasitas 280 kWp
  8. Treweng, 180 pelanggan, kapasitas 110 kWp
  9. Tribur, 431 pelanggan, kapasitas 250 kWp
  10. Perumaan, 458 pelanggan, kapasitas 420 kWp
  11. Kojandoi, 207 pelanggan, kapasitas 190 kWp

Kedepan, PLTS tersebut akan mampu menyediakan listrik bagi 3.308 rumah tangga. PLTS Komunal tersebut ditargetkan mulai beroperasi Juni 2019.

Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan rasio elektrifikasi di 11 pulau tersebar tersebut. Selain itu juga untuk mendorong pencapaian target penggunaan EBT 23 persen di tahun 2025, dan mewujudkan komitmen pengurangan diesel sebesar 0,4 persen di tahun 2025.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here