Jakarta, Petrominer – Proyek pembangunan pipa transmisi gas Cirebon – Semarang (Cisem) mulai digarap. Peletakan batu pertama (grounbreaking) jaringan pipa gas sepanjang 255 kilometer (km) ini rencananya dilaksanakan besok, Jum’at (7/2).

“InsyaAllah pada Jum’at (nanti) kami akan melaksanakan groundbreaking pembangunan pipa transmisi Cirebon – Semarang,” kata Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Fansurullah Asa, Rabu (5/2).

Proyek pembangunan pipa transmisi gas Cisem merupakan bagian dari proyek lelang transmisi gas yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2006. Proyek ini juga menjadi Program Strategis Nasional (PSN).

“Proyek yang akan digarap oleh PT Rekayasa Industri (Rekin) ini memanfaatkan ruas jalur tol Cirebon – Semarang. Jaminan pasokan gas bumi dan perbedaan asumsi keekonomian (2016 dan saat ini) jadi kendala selama 13 tahun ini,” ungkapnya.

Kehadiran pipa transmisi gas diharapkan mampu menopang kebutuhan gas industri dalam negeri sehingga mengerek perekonomian nasional. BPH Migas menargetkan pembangunan tersebut rampung dalam 24 bulan ke depan. Rekin pun diminta untuk menyelesaikan proyek tersebut sesuai dengan waktu yang disepakati.

“PT Rekin mesti menyelesaikan paling lama tanggal 7 Februari 2022,” tegas Fansurullah.

Proyek pipa transmisi gas Cisem dibangun dengan kapasitas desain sebesar 350 – 500 MMSCFD dan nilai investasi US$169,41 juta. Untuk tarif pengangkutan gas bumi (toll-fee) ditetapkan pada angka US$ 0,36 per MMBtu.

“Terbukti nilai toll-fee hasil lelang terbukti lebih efisien mendekati nilai toll-fee tertimbang nasional, yakni US$ 0,35 per MMBtu,” ungkap Fansurullah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here