Jakarta, Petrominer – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Penjualan dan Pembelian Gas Bumi dengan Talisman Sakakemang B.V., afiliasi dari Repsol Group. Pasokan gas tersebut akan berasal dari Wilayah Kerja Sakakemang, Sumatera Selatan.
Penandatanganan MoU tersebut dilakukan antara Direktur Komersial PGN, Danny Praditya, dan Vice President Talisman Sakakemang, Gregory Holman, Jum’at (12/7). Disaksikan oleh Syarif Maulana dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas).
“Penandatanganan ini merupakan salah satu upaya kami untuk menjamin keberlangsungan pasokan gas bumi ke pelanggan agar tetap handal,” kata Danny.
Menurutnya, penandatanganan MoU ini sekaligus sebagai bentuk dukungan dan komitmen Kementerian ESDM dan SKK Migas serta industri hulu migas kepada PGN untuk terus memperluas pemanfaatan gas bumi yang efisien dan ramah lingkungan. Kerjasama ini juga merupakan bentuk sinergi antara industri hulu dalam melakukan pengembangan lapangan dengan industri hilir dalam melakukan pembangunan infrastruktur.
“Dengan adanya jaminan pasokan ini, PGN dapat berkontribusi lebih untuk mendukung daya saing industri dan untuk dapat menyalurkan energi baik secara masif,” tegas Danny.
MOU antara PGN dan Talisman Sakakemang ini berlaku sejak 12 Juli 2019 dan akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan Gas Sales Agreement (GSA) oleh para pihak. “Mengenai besaran pasokan gas bumi, kalau berdasarkan indikasi kebutuhan gas PGN sekitar 400-500 BBTUD dan ramp up mulai tahun 2020/2021,” jelasnya.
Danny menambahkan, kerjasama ini juga menjadi bagian dari komitmen PGN sebagai Sub Holding Gas untuk menjalankan peran peningkatan pemanfaatan gas bumi dan perencanaan pengelolaannya secara berkelanjutan. Pasokan gas bumi dari Wilayah Kerja Sakakemang ini nantinya dapat digunakan oleh PGN untuk melayani kebutuhan sektor industri baik skala besar maupun kecil, kelistrikan, komersial, dan rumah tangga.
“Harapan kami, proses kerjasama ini dari awal hingga nantinya penyaluran gas bumi perdana dari Sakakemang dapat berjalan dengan lancar dan semakin meningkatkan ketahanan pasok bagi utilisasi gas bumi domestik,” katanya.
PGN semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional. Pada tahun 2018, infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 2.456 km dan saat ini mencapai lebih dari 9.909 km atau setara dengan 95 persen dari jaringan pipa gas bumi hilir nasional.
Dari infrastruktur tersebut, PGN telah menyalurkan gas bumi ke 1.739 pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik, 1.984 pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta 177.710 pelanggan rumah tangga yang dibangun dengan investasi PGN.
Pelanggan Gas Bumi PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong, Papua Barat.









Tinggalkan Balasan