Fasilitas Meter Regulator Station Gas PGN di Gresik

Jakarta, Petrominer – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGN) masih memperlihatkan tren kinerja positifnya. BUMN ini mencatat kenaikan pendapatan tahun 2017 dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami telah melakukan berbagai upaya efisiensi sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian saat ini,“ kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, Jum’at (9/3).

Rachmat menjelaskan, sampai 31 Desember 2017, PGN membukukan pendapatan sebesar US$ 2,97 miliar. Angka ini naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 2,93 miliar. Pendapatan emiten berkode PGAS tersebut terutama diperoleh dari hasil penjualan gas sebesar US$ 2.404,6 juta dan penjualan minyak dan gas bumi (migas) sebesar US$ 472,8 juta.

Sementara laba operasi di tahun 2017 mencapai US$ 377,01 juta. Sementara laba bersih sebesar US$ 143,1 juta atau Rp 1,92 triliun (kurs rata-rata Rp 13.381). Adapun EBITDA sebesar US$ 830 juta, naik US$ 23 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 807 juta.

Selama periode Januari-Desember 2017, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 855,5 BBTUD. Dengan rincian, volume distribusi gas sebesar 771,55 BBTUD, dan volume transmisi gas sebesar 83,95 BBTUD.

Sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional, ujar Rachmat, PGN optimistis kinerja perusahaan juga akan semakin baik. Pada tahun ini, PGN akan tetap mengembangkan infrastruktur untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat.

PGN akan semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional. Pada kuartal IV-2017, infrastruktur pipa gas PGN telah bertambah sepanjang lebih dari 175 km dan saat ini mencapai lebih dari 7.450 km atau setara dengan 80 persen pipa gas bumi hilir nasional.

“Investasi infruktur pipa gas yang dibangun PGN hampir seluruhnya tidak mengandalkan APBN, sehingga tidak membebani negara. PGN terus berkomitmen memperluas pemanfaatan gas bumi dengan membangun infrastruktur gas bumi di berbagai daerah,” ungkap Rachmat.

Pada Kuartal IV tahun 2017, PGN telah meyelesaikan fasilitas penunjang pasokan gas di Pasuruan, pengembangan pipa gas bumi di sejumlah kawasan industri wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Batam serta infrastruktur untuk menunjang kehandalan penyediaan listrik PLN di Tanjung Priok.

Beberapa proyek infrastruktur masih dalam tahap pelaksanaan, mulai dari proyek pipa gas transmisi Duri-Dumai sepanjang 67 kilometer termasuk pipa distribusi gas di Dumai sepanjang 56 km, dan pemasangan pipa distribusi di wilayah Gresik sepanjang 11 km. Selain itu, PGN juga sedang mengembangkan infrastruktur pipa transmisi gas bumi West Natuna Transmission System (WNTS) ke Pulau Pemping, Kepulauan Riau.

Untuk proyek yang didanai oleh pemerintah melalui penugasan pembangunan jaringan gas bumi untuk pelanggan rumah tangga di Lampung, Musi Banyuasin, Mojokerto, dan Rusun Kemayoran Jakarta, PGN dapat menyelesaikannya dengan tepat waktu.

Dari infrastruktur tersebut, PGN menyalurkan gas bumi ke 1.739 pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik, 1.984 pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta 177.710 pelanggan rumah tangga yang dibangun dengan investasi PGN.

Pelanggan Gas Bumi PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua.

SPBG PGN di Lampung. (Petrominer/Sony)

PGN juga mengelola dan menyalurkan gas bumi untuk transportasi di 10 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan 4 Mobile Refueling Unit (MRU). PGN juga mengoperasikan dua Floating Storage Regasification Unit (FSRU) di Jawa Barat dan Lampung.

Tahun ini, PGN banyak melakukan terobosan seperti program 360 degree solution. Dalam program ini, PGN dapat menghadirkan gas bumi dari hulu hingga hilir sesuai kebutuhan masyarakat di berbagai segmen pengguna gas.

Di sektor hulu, PGN memiliki Saka Energy yang memproduksi migas. Sementara di midstream, ada PT PGN LNG Indonesia yang mengembangkan produk Liquefied Natural Gas (LNG) dan PT Gagas Energi Indonesia yang menyalurkan CNG. Selain itu, masih ada beberapa anak usaha PGN lainnya, mulai dari yang menyediakan pasokan gas bumi, listrik, bahan bakar gas untuk transportasi, jasa Engineering, Procurement and Construction (EPC) hingga Informasi Teknologi Komunikasi bagi para pengguna gas atau pelanggan PGN.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here