Sorong, Petrominer – Bertepatan dengan peringatan Hari Otonomi Khusus Tanah Papua, Petrogas (Basin) Ltd. melakukan tajak sumur eksplorasi Karim #1 di Wilayah Kerja Kepala Burung, Sorong, Papua Barat Daya, Jum’at (21/11). Karim #1 merupakan sumur eksplorasi yang dibor kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ini sebagai bagian dari pemenuhan Komitmen Kerja Pasti Wilayah Kerja Kepala Burung.
Kegiatan tajak ini turut dihadiri Wakil Bupati Sorong, Ahmad Sutedjo; Plt. Sekda Kabupaten Sorong, Adi Bremantyo; dan Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku, Mardianto.
Ahmad Sutedjo menyampaikan apresiasinya atas tajak sumur Karim #1 ini, dan berharap kegiatan pengeboran tersebut bisa memberikan hasil yang optimal.
“Kami berharap pengeboran dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang optimal dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sorong Papua,” katanya.
Sementara Mardianto menyampaikan harapannya agar kegiatan tajak sumur Karim #1 ini dapat menjadi bagian upaya bersama yang memberikan manfaat bagi kepentingan Masyarakat dan mendukung pertumbuhan kesehjahteraan di Tanah Papua.
Peluang Kerja
Dalam kesempatan yang sama, President RH Petrogas Companies in Indonesia, Ferry Hakim, mengatakan bahwa sumur Karim #1 akan dibor hingga mencapai kedalaman sekitar 4.300 ft. Pengeboran ini menggunakan rig #3 Petrogas yang berkekuatan 750 HP dengan target utama adalah batuan karbonat Formasi Kais.
Kegiatan pengeboran akan memakan waktu sekitar satu setengah bulan, dengan tetap mengedepankan aspek Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L).
“Dengan pendekatan konsep eksplorasi yang baru dan ditunjang teknologi terkini menjadikan Karim sebagai prospek siap bor yang akhirnya tajak pada hari ini. Sumur ini memiliki nilai strategis yang tinggi, hasil dari sumur ini akan membuka potensi pengembangan lapangan di sekitarnya,” ungkap Ferry.
Menurutnya, program pengeboran ini merupakan langkah Petrogas untuk mengoptimalkan potensi migas di wilayah Papua Barat Daya.Ini juga sebagai upaya memperkuat peluang penemuan cadangan migas baru demi mendukung pencapaian ketahanan energi nasional.
Selain itu, dalam masa persiapan pelaksanaan pengeboran, kegiatan ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar area pengeboran, salah satunya di bidang infrastruktur. Akses masyarakat menjadi lebih mudah setelah Petrogas merenovasi jembatan Klagana, empat jembatan penghubung lainnya, dan akses dari dan menuju kampung di sekitar lokasi sumur.
“Kami juga memberi kesempatan bagi para tenaga kerja asal kampung di sekitar lokasi sumur untuk berkontribusi langsung sebagai tenaga kerja tambahan non teknis dalam masa pengeboran ini,” ungkap Ferry.








Tinggalkan Balasan