Pertamina NRE Gandeng Verso Energy Kembangkan Synthetic Fuel

0
602
Pertamina NRE dan Verso Energy dari Prancis sepakat bekerja sama untuk mempercepat pengembangan solusi energi bersih dan dekarbonisasi.

Paris, Petrominer – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan Verso Energy dari Prancis sepakat bekerja sama untuk mempercepat pengembangan solusi energi bersih dan dekarbonisasi. Kesepakatan (MoU) dalam upaya mendorong masa depan rendah karbon ini ditandatangani di Paris, Selasa (22/7).

CEO Pertamina NRE, John Anis, menjelaskan kerja sama ini secara konkret mentargetkan pengembangan bahan bakar sintetis (synthetic fuel/e-fuel) berbasis green hydrogen dengan biogenic CO₂. Prancis memiliki keunggulan teknologi dalam pengembangan synthetic fuel, sementara Indonesia memiliki potensi besar untuk implementasinya secara luas.

“Kebutuhan akan e-fuel, terutama e-SAF (electro Sustainable Aviation Fuel), diperkirakan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan, khususnya di sektor penerbangan. Oleh karena itu, kolaborasi ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis dari sisi investasi dan alih teknologi,” ungkap John Anis.

MoU ini juga mencakup skema investasi silang, sehingga memungkinkan Pertamina NRE untuk berinvestasi dalam proyek-proyek energi bersih yang dikembangkan oleh Verso Energy di Prancis. Dan sebaliknya, ini membuka peluang investasi bagi mitra Prancis di Indonesia. Skema ini mendukung pengelolaan portofolio global dan percepatan adopsi teknologi mutakhir di kedua negara.

Lebih lanjut, John Anis menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan langkah strategis penting bagi Pertamina NRE.

“Bagi kami, kolaborasi ini lebih dari sekadar MoU. Ini adalah pernyataan niat bersama. Kami berkomitmen membuka ruang kerja sama baru dalam energi bersih, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di kancah global. Kemitraan ini memungkinkan kami membawa visi dekarbonisasi Indonesia ke panggung internasional,” ungkapnya.

Kemitraan ini memperkuat posisi Prancis sebagai pusat teknologi energi bersih dan destinasi utama investasi asing, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emission pada 2060. Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalisator proyek-proyek energi masa depan yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan secara global.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here