Sertifikat Hak Cipta Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk Program Komputer Operational Data Repository (ODR).

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina EP berhasil memperoleh Sertifikat Hak Cipta Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk Program Komputer Operational Data Repository (ODR). Sertifikat ini diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Direktur Utama Pertamina EP, Eko Agus Sardjono, mengatakan Sertifikat HAKI untuk program ODR ini menunjukkan komitmen Pertamina EP dalam memenuhi target produksi yang ditetapkan Pemerintah. Ini juga membuktikan bahwa Pertamina EP terus melakukan digital transformation untuk memudahkan analisis big data proses bisnis di hulu migas.

“Pertamina EP terus mendorong munculnya inovasi-inovasi dari pekerjanya untuk menjawab tantangan dalam dinamika industri migas saat ini. Terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19 dan keadaan triple shock yang dihadapi, diperlukan terobosan-terobosan untuk mencapai tujuan perusahaan,” ujar Eko, Kamis (11/2).

Dia menjelaskan, aplikasi ODR merupakan sistem informasi modular yang menyimpan data operasi secara dinamis. Sistem ini digunakan untuk membantu mengelola bisnis minyak dan gas bumi, mulai dari kegiatan eksplorasi, eksploitasi, produksi, sales, surfaces facilities, hingga safety.

Berawal dari kebutuhan data dinamis atas program yang dapat mengelola data elektornik untuk pelaporan, perkiraan dan prediksi kegiatan eksplorasi, eksploitasi dan produksi minyak dan gas bumi yang terintegrasi, Pertamina EP berhasil membangun aplikasi IT sistem terintegrasi Operasional Data Repository (ODR) sejak tahun 2016. Sistem ini berhasil diimplementasikan pada pelaporan cadangan sejak tahun 2006 hingga 2019 di dalam database nya. ODR juga mampu menghasilkan laporan yang sesuai standar dan memenuhi aturan perusahaan dan pemerintah.

Sebagai pionir aplikasi pelaporan cadangan dan sumber daya di industri hulu migas, aplikasi ODR telah mendapatkan beberapa penghargaan. Antara lain peringkat Gold pada Join Convention Yogyakarta 2019 (IATMI, HAGI, IAGI, IAFMI), Upstream Innovation & Improvement Award 2017, PEP Innovation & Improvement Award 2017 dan ICT challenge 2019. Ini menunjukkan bahwa Pertamina EP mampu beradaptasi di era 4.0 dan dibuktikan dengan pemberian Sertifikat Pencatatan Ciptaan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Saat ini, anak usaha PT Pertamina (Persero) sekaligus Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah pengawasan SKK Migas ini juga telah mendapatkan 7 HAKI. Sementara 21 permohonan lainnya sedang proses menunggu terbitnya sertifikat HAKI dari Kemenkumham.

“Kami mendorong utilisasi di internal Pertamina Group dan komersialisasi dengan pihak eksternal,” ungkap Eko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here