Pengecekan mobil tangki sebelum mengantarkan BBM ke tujuan.

Jakarta, Petrominer – Dalam menjalankan bisnis dan operasional, PT Elnusa Petrofin memiliki sederet inovasi baik dari segi teknologi maupun Sumber Daya Manusia (SDM) yang mendukung penguatan Faktor keamanan dan keselamatan kerja atau Health, Safety, Security & Environment (HSSE). Apalagi, faktor HSSE telah menjadi bagian atau elemen yang sangat penting dan tidak terpisahkan bagi seluruh pelaku industri, khususnya yang bergerak di industri migas.

Direktur Operasi & Marketing Elnusa Petrofin, Nur Kholis, menyebutkan bahwa dalam tugas mendistribusikan BBM Pertamina di sejumlah besar wilayah Indonesia tentu terdapat risiko yang dapat terjadi, khususnya pada saat berkendara di jalan raya. Karena itulah, Elnusa Petrofin menerapkan beberapa macam teknologi mulai dari GPS full fitur yang berisi monitoring over speed, idle, harsh break, harsh corner, harsh acceleration, Buzzer Over Speed, Dashcam, dan Theft Warning System di mobil tangki.

“Teknologi Buzzer Over Speed, Dashcam serta GPS menjadi salah satu kontrol utama bagi Mobil Tangki (MT) saat mendistribusikan BBM,” jelas Nus Kholis, Selasa (12/10).

Dia menjelaskan, teknologi ini memonitoring seluruh pergerakan serta titik henti MT, memberikan peringatan atau alert langsung jika MT melebihi kecepatan, melakukan kontrol sekitar MT. Tim control pusat juga dapat berkomunikasi langsung dengan para awak atau supir Mobil Tangki.

Sementara Theft Warning System berfungsi untuk memberikan peringatan jika bottom loader atau corong BBM terbuka bukan pada titik tujuan. Teknologi ini untuk mencegah terjadinya BBM ilegal.

“Seluruh teknologi kita aplikasikan di Mobil Tangki dan terhubung dengan Pusat Kontrol Distribusi Area (PKDA) di setiap wilayah dari Sabang sampai Merauke. Sampai saat ini, teknologi GPS, Dashcam maupun Buzzer Overspeed telah terpasang 100 persen di 1719 unit Mobil Tangki baik aset maupun yang dikelola oleh Elnusa Petrofin,” ungkap Nur Kholis.

Dari segi Sumber Daya Manusia, Elnusa Petrofin secara berkala juga melakukan Defensive Driver Training (DDT) atau pelatihan keselamatan dalam berkendara bagi Awak Mobil Tangki. Sampai pada akhir kuartal III-2021, Elnusa Petrofin telah menjalankan 91 persen pelatihan DDT dan diselesaikan pada kuartal IV-2021 di 62 lokasi Fuel maupun Integrated Terminal di seluruh Indonesia.

Elnusa Petrofin juga telah mengimplementasikan penerapan 12 jam kerja maksimal bagi Awak Mobil Tangki (AMT) di sebagian besar untuk meningkatkan faktor keselamatan berkendara. Mengingat Kelelahan menjadi salah satu faktor resiko kecelakaan di jalan Raya. Di tambah dengan pemberian reward bagi Awak Mobil Tangki yang berprestasi, baik berupa perjalanan ibadah maupun pemberian beasiswa bagi keluarga khususnya anak Awak Mobil Tangki.

“Dari keseluruhan implementasi HSSE baik dari segi teknologi maupun SDM, di kuartal II Tahun 2021 merujuk pada Customer Satisfaction Index (CSI), Alhamdulillah Elnusa Petrofin meraih Index 4,65 dengan Skala 1–5. Sehingga bisa dikatakan kinerja Elnusa Petrofin untuk menjalankan tugas serta penerapan HSSE sangat baik,” jelas Nur Kholis.

Direktur Utama Elnusa Petrofin, Haris Syahrudin, mengatakan bahwa HSSE merupakan salah satu prioritas utama perusahaan dalam menjalankan seluruh kegiatan operasionalnya. Ini menjadi komitmen bersama untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kesadaran akan pentingnya HSSE dalam kegiatan operasional.

“Kami berkomitmen dan serius untuk selalu meningkatkan performa HSSE kami dan menjadikan hal ini sebagai bagian dari culture perusahaan,” ujar Haris.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here