Kendari, Petrominer – Komitmen PT Aneka Tambang Tbk (Antam) membantu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tidak diragukan lagi. Buktinya, ada beberapa pengrajin kayu jati binaan Antam yang berhasil memasarkan produknya hingga ke luar negeri, dengan omzet jutaan rupiah per bulan.

Salah satu pengrajin kayu mitra binaan Antam adalah Suniary Pelango, yang merintis usahanya sejak tahun 1999 di Kendari, Sulawesi Tenggara. Pengerajin kayu jati ini telah berhasil memperluas pasar ke mancanegara, dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah perbulan. Kerajinan ukiran dan mebel berbahan dasar kayu jati produksinya sudah merambah pasar ‎mancanegara, seperti Thailand, India dan Jerman.

“Jual macam-macam, ke Thailand, Jerman dan India. Kalau Indonesia hampir semua‎,”‎ kata Suniary, saat ditemui di galeri kerajinannya UD Naga Geni, Kendari, Senin (7/5).

Dalam membuat kerajinan kayu jati, Suniary membeli bahan baku berupa akar kayu atau bonggol untuk dibentuk ukiran. Sementara lembaran kayu untuk bahan dasar mebel. Bahan baku tersebut dibeli harga berkisar dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah dari petani.

Kemudian bahan baku kayu tersebut diolah menjadi kerajian‎ oleh 10 orang pekerja di galerinya. Dari hasil olahan tersebut, Suniary menjual dengan harga Rp 5 jutaan hingga ratusan juta rupiah. Tak heran dari usahanya tersebut dia bisa mengantungi ratusan juta rupiah per bulannya.

“Sebulan karena fluktuasi pendapatannya, bisa sampai ratusan juta,” jelasnya.

Menurut Suniary, kesuksesan usahanya tersebut tidak luput dari bantuan usaha kemitraan Antam. Perusahaan tambang plat merah tersebut memberikan pinjaman modal dan bimbingan pelatihan untuk pengembangan usaha.

‎”Antam banyak bantu saya, saya pernah dibawa pameran, bantuan modal dan pelatihan,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Manajer Hubungan Masyarakat Antam UBPN Sulawesi Tenggara, Dedy Supriyadi, mengungkapkan, ‎selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Antam memiliki peran untuk meningkatkan kesehajteraan masyarakat, dengan menyalurkan tanggung jawab sosial melalui pemberian bantuan pinjaman dana.

Pada tahun 2017 lalu, dana pinjaman yang disalurkan untuk perdagangan, perkebunan, pertanian, jasa, dan kerjainan sebesar Rp 4,7 miliar ke 139 mitra binaan.

‎”Tahun lalu Rp 4,7 miliar. Perdagangan, perkebunan, pertanian, jasa dan kerajinan seperti ini semua sektor 139 mitra binaan,” jelas Dedy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here