President & CEO PT Supreme Energy Muara Laboh, Nisriyanto. (Petrominer/Pris)

Muara Labuh, Petrominer – PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) berencana segera memulai program pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Muara Laboh tahap II dengan kapasitas 65 megawatt (MW). Jika pengembangan tahap II bisa dimulai tahun ini, pembangkit tersebut dijadwalkan mulai beroperasi tahun 2024 mendatang.

President & CEO SEML, Nisriyanto, menjelaskan bahwa saat ini, pihaknya masih dalam tahap pembicaraan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) untuk pengembangan PLTP Muara Laboh Tahap II dengan kapasitas 65 MW. Pengembangan ini diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$ 400 juta dan akan segera dimulai setelah negoisasi PPA (Power Purchase Agreement) selesai.

“Pengembangan Tahap II diharapkan dapat dimulai tahun ini juga setelah perijinan keluar dan pembicaraan masalah harga dengan PLN tercapai,” ujar Nisriyanto di sela-sela acara peresmian PLTP Muara Laboh Tahap I, Senin (17/2).

Jika lancar dan kesepakatan telah dicapai, jelasnya, program pengembangan tahap II bisa dimulai akhir tahun 2020 ini. Dengan begitu, pembangkit tahap II bisa memasuki masa operasi (Commercial of Date/COD) pada tahun 2024 mendatang.

“Untuk pengembangan tahap II ini, kami rencananya akan melakukan pemboran lima sumur pengembangan,” ungkap Nisriyanto.

Menurutnya, peningkatan kapasitas pembangkit listrik berbasis energi terbarukan ini merupakan bagian dari dukungan SEML kepada Pemerintah dalam mencapai target pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada tahun 2025 mendatang.

Kiri ke kanan: Executive Vice President Supreme Energy Prijandaru Effendi, Founder & Chairman Supreme Energy Supramu Santosa, President & CEO Supreme Energy Nisriyanto. (Petrominer/Pris)

Lebih lanjut, Nisriyanto menjelaskan bahwa saat ini, Supreme Energy juga sedang membangun Proyek PLTP berkapasitas 90 MW di Sumatera Selatan. Proyek yang digarap oleh PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) ini dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2020. Untuk menyelesaikan proyek ini, SERD akan berinvestasi sekitar US$ 700 juta.

Selain itu, melalui PT Supreme Energy Rajabasa (SERB), Supreme Energy juga sedang mempersiapkan program eksplorasi untuk Wilayah Kerja Gunung Rajabasa yang berlokasi di Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan eksplorasi akan dimulai segera setelah negoisasi perpanjangan PPA dengan PLN selesai.

SEML dan SERB adalah perusahaan patungan yang terdiri dari Supreme Energy, ENGIE dan Sumitomo Corp. Sedangkan SERD adalah perusahaan patungan dari Supreme Energy, ENGIE, Marubeni Corp dari Jepang dan Tohoku Electric Power of Japan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here