, ,

Pengembang EBT Dicecar Atas Kepastian Bangun Pembangkit

Posted by

Jakarta, Petrominer – Ada dialog menarik usai Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menyaksikan penandatangan sembilan Power Purchase Agreement (PPA) pembangkit listrik dari energi terbarukan antara PT PLN (Persero) dengan pengembang listrik swasta (Independent Power Plant/IPP), Kamis (16/11).

Secara langsung Jonan mencecar dan meminta kepastian dari para pengembang atau IPP tersebut untuk membangun pembangkitnya setelah PPA ditandatangani hari itu. Permintaan tersebut disampaikan untuk menampik isu adanya pembangkit listrik EBT yang mangkrak karena alasan harga listriknya tidak kompetitif.

“Kita berkomitmen untuk mengembangkan energi baru terbarukan di bidang kelistrikkan. Kita berkomitmen untuk mengembangkan 23 persen bauran energi dari energi baru terbarukkan. Saya ingin meminta kepastian IPP untuk membangun pembangkitnya,” tegas Menteri ESDM.

Dan satu-persatu pun Jonan menanyakan kepastian untuk membangun pembangkit listrik berbasis EBT.

Pertama ditujukan kepada Achmad Kalla, yang akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso Peaker di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Direktur Utama PT Poso Energy ini dengan lugas menjawab, “tahun depan Pak.”

“Oke, tahun depan, jadi PLTA Poso akan dibangun tahun depan 515 MW,” tegas Jonan.

Hal senada juga ditanyakan kepada Supramu Santosa sebagai pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Rantau Dedap di Sumatera Selatan.

“Pak Supramu (PLTP) dibangun ga?” tanya Jonan. Pertanyaan itu pun dijawab Supramu bahwa pembangunan akan dilaksanakan sesuai rencana.

Pertanyaan serupa juga ditanyakan Jonan kepada IPP lainnya, dan Jonan mendapatkan jawaban yang sama, bahwa proyek akan dibangun sesuai rencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *