
Jakarta, Petrominer – PT United Tractors Tbk (UT) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 58,3 triliun sepanjang enam bulan pertama tahun 2026. Kinerja pendapatan ini turun 15 persen dari Rp 68,5 triliun pada periode yang sama di tahun 2025.
Dalam laporan resminya, yang diterima PETROMINER, Rabu (29/7), UT menyebutkan penurunan tersebut dikarenakan penjualan emas yang lebih rendah di PT Agincourt Resources, serta penurunan kinerja pada segmen Alat Berat serta Pertambangan Batubara Termal dan Metalurgi sebagai dampak alokasi RKAB batu bara nasional tahun 2026 yang lebih rendah.
Meski begitu, dampak penurunan ini sebagian dapat diimbangi oleh peningkatan pendapatan dari sektor Kontraktor Penambangan yang terutama didorong oleh penguatan kurs US$.
Penurunan pendapatan ini menyebabkan laba bersih UT, tidak termasuk nonrecurring items, turun 48 persen menjadi Rp 4,3 triliun. Hal ini terutama karena penjualan emas yang lebih rendah dari Agincourt Resources dan penurunan pendapatan yang sebagian besar mencerminkan dampak dari alokasi RKAB batubara nasional tahun 2026 yang lebih rendah.
“Penjualan emas yang lebih rendah dari Tambang Emas Martabe disebabkan oleh penghentian sementara operasional tambang tersebut. Tambang Emas Martabe telah kembali melanjutkan operasinya pada periode pelaporan kuartal kedua,” tulis laporan tersebut.
Selama semester pertama tahun 2026, UT mencatat non-recurring items senilai Rp 3,3 triliun, terutama terdiri dari penurunan nilai atas Supreme Geothermal Energy dan pembayaran terkait kegiatan sebelumnya di kawasan hutan, sehubungan dengan Persetujuan Pemanfaatan Kawasan Hutan (PPKH) di tambang Nikel Stargate.
Per 30 Juni 2026, UT mencatat utang bersih sebesar Rp 9,4 triliun, dengan rasio gearing sebesar 8,5 persen, dibandingkan posisi kas bersih sebesar Rp7,7 triliun per 31 Desember 2025. Perubahan ini utamanya mencerminkan akuisisi perusahaan pertambangan emas dan program pembelian kembali saham.








Tinggalkan Balasan