Pasca musibah banjir bandang di Garut dan Sumedang, Jawa Barat, PT PLN (Persero) terus melakukan upaya pemulihan listrik. BUMN ini mengerahkan sedikitnya 70 pegawai untuk menormalkan pasokan listrik di lokasi yang padam.

Jakarta, Petrominer — Paska musibah banjir bandang di Garut dan Sumedang, Jawa Barat, PT PLN (Persero) melakukan upaya pemulihan listrik. Sedikitnya 70 pegawai dikerahkan untuk menormalkan pasokan listrik di lokasi yang padam.

Di wilayah PLN Area Garut sendiri ada enam gardu, empat Tiang Tegangan Menengah (TTM), dan 25 Tiang Tegangan Rendah (TTR) roboh tergerus air. Selain itu, sebanyak 40 buah kwh meter rusak. Hal ini menyebabkan 1.467 pelanggan PLN di Kampung Sukasenang Desa Bayonets, Kampung. Cikarokrok, dan Kampung Cimacang Desa Tarogong mengalami pemadaman.

“PLN terus melakukan perbaikan. Hingga saat ini, PLN berhasil menormalkan gardu, TTM dan 24 TTR tersebut. Tinggal satu jurusan Tegangan Rendah lagi yang belum normal. Jurusan ini melayani 300 pelanggan,” ungkap Manajer Senior Public Relations PLN, Agung Murdifi, Kamis (22/9).

Sementara itu, di wilayah PLN Area Sumedang, tidak ada gardu yg terkena longsor, hanya satu TTM patah. Dari sembilan gardu yang sempat padam Rabu sore, ada satu gardu dengan 271 pelanggan yang belum dapat dipulihkan. Pemulihan akan dilaksanakan setelah mendapat izin dari kepolisian.

Bantuan Rp 400 juta

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami musibah, PLN telah membagikan 300 paket sembako dan keperluan sehari-hari ke pusat pengungsian di Gor Tadjimalela, Sumedang. Selain itu, di wilayah Area Garut telah didirikan posko kesehatan yang bekerja sama dengan Lazis PLN dan memberikan 400 paket makan.

Rabu siang (21/9), Program tanggap darurat PLN berada di lokasi untuk pemulihan kondisi kelistrikan dan bersama Lazis PLN memberikan bantuan penyediaan makan siang dan makan malam, pengobatan gratis, penyediaan makanan bayi, selimut, perlengkapan sholat dan baju wanita.

Kamis siang, Tim relawan PLN bergerak ke lokasi dengan membawa perlengkapan posko (genset, alat penerangan, kendaraan serta tim medis/dokter beserta obat-obatan) dan membawa 1.000 paket makanan (mie instan, sarden, gula, minyak goreng, makanan bayi, susu anak), 1.000 paket perlengkapan pengungsi (selimut, baju lengan panjang, tikar, kaos tangan panjang, pakaian anak, minyak kayu putih, perlengkapan mandi), dam sleeping bag secukupnya.

Paket bantuan akan didistribusikan ke empat titik lokasi pengungsian (Cimacan 500 paket, Paminggir 150 paket, Leuwidaun 150 paket, Dirgahayu 100 paket, dan Pinggir Sari 100 paket) dengan perkiraan total bantuan senilai Rp 400 juta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here