Staf Ahli Menteri ESDM, Tri Mumpuni, sebagai Penanggungjawab Program Patrot Energi Kementerian ESDM, sedang memberi penjelasan mengenai Patriot Energi Jilid II. (Petrominer/Sony)

Jakarta, Petrominer — Sebanyak 122 anak muda siap meninggalkan zona nyaman untuk membangun kedaulatan energi Indonesia. Mereka akan dikirim untuk membantu pembangunan pembangkit listrik enegri baru terbarukan di 123 desa yang tersebar di 16 propinsi Indonesia.

Pendidikan dan pelatihan para Patriot Energi terpilih angkatan kedua ini dibuka oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, di kantor Kementerian ESDM, Selasa (3/5).

Patriot Energi ini merupakan program lanjutan, di mana angkatan pertama sebanyak 80 anak muda telah menyelesaikan tugasnya akhir Maret 2016 lalu. Ke-80 anak muda ini telah bertugas selama lima bulan di daerah penugasan masing-masing.

“Program Patriot Energi menjadi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberian energi berupa listrik dengan pembangkit listrik energi terbarukan. Peserta Patriot Energi akan ditempatkan di lokasi yang sulit, sehingga idealisme akan membantu menghadapi kesulitan untuk mendapat hasil yang manis,” ujar Sudirman.

Patriot Energi angkatan kedua ini berbeda dengan angkatan sebelumnya. Proses seleksi diperketat di mana hanya ada 500 pelamar dan akhirnya terpilih 85 anak muda. Akan bergabung pula 17 anak dari angkatan sebelumnya yang kembali terpanggil serta tambahan partisipasi dari 20 orang CPNS Kementerian ESDM.

Penempatan para Patriot Energi akan dibagi dalam tiga tipe. Sebanyak 85 orang patriot dari angkatan kedua akan ditempatkan di desa yang sedang dilakukan instalansi pembangkit listrik baru, 17 orang dari patriot angkatan pertama akan ditempatkan kembali di desa yang sama untuk menyelesaikan sosialisasi lanjutan sementara 20 peserta sisanya akan ditempatkan di daerah perbatasan di Papua dan lokasi yang tingkat kesulitannya lebih tinggi.

Menurut Staf Ahli Kementerian ESDM Tri Mumpuni, sebagai Penanggungjawab Program Patrot Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, setiap peserta akan diberi pembekalan kompetensi selama dua bulan sebelum ditempatkan di pulau-pulau terluar Indonesia.

“Kompentesi tersebut antara lain kompetensi keteknikan, kompetensi kejuangan, kompetensi paham pembangunan berbasis masyarakat dan kompetensi keikhlasan yang harus dipahami dengan baik oleh tiap peserta,” jelas Tri Mumpuni.

Kegiatan Patriot Energi dirancang untuk memberikan paradigma baru bahwa pembangunan harus dimulai dari desa-desa dengan pondasi utama adalah keterlibatan masyarakat desa itu sendiri. Tujuan program ini adalah meningkatkan modal sosial masyarakat dengan penerapan energi baru dan terbarukan melaui anak muda yang mau dan siap bersama masyarakat membangun kedaulatan energi bangsa.

Target Patriot Energi angkatan kedua ini salah satunya harus sudah dapat menggerakan ekonomi di daerah tempat mereka di tempatkan, misalnya membentuk koperasi lokal, tempat penyimpanan hasil bumi dan sebagainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here