Perkembangan harga minyak mentah Indonesia Periode 2020-2021.

Jakarta, Petrominer – Terganggunya sejumlah fasilitas produksi minyak telah menyebabkan penurunan pasokan dan tentunya mendorong kenaikan harga minyak di pasar internasional. Kondisi ini pun berpengaruh cukup signifikan terhadap harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).

Berdasarkan perhitungan Formula ICP, rata-rata harga minyak mentah Indonesia bulan September 2021 naik sebesar US$ 4,40 per barel, dari US$ 67,80 per barel pada Agustus 2021 menjadi US$ 72,20 per barel. Begitu pula, ICP SLC naik US$ 4,26 per barel, dari US$ 67,99 per barel menjadi US$ 72,25 per barel.

“ICP September 2021 ditetapkan oleh Menteri ESDM sebesar US$ 72,20 per barel dan tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 192.K/HK.02/MEM.M/2021 tentang Penetapan Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan September 2021,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, Kamis (7/10).

Agung menjelaskan, adanya peningkatan harga minyak di pasar internasional disebabkan karena berhentinya aktivitas produksi minyak mentah di kawasan Teluk Meksiko AS akibat Badai Ida dan Badai Tropis Nicholas. Kondisi ini berdampak pada potensi kehilangan pasokan minyak mentah mencapai 30 juta barel.

Selain itu, terdapat gangguan pasokan minyak mentah dari Libya akibat adanya unjuk rasa yang menutup terminal ekspor minyak mentah dari negara tersebut.

OPEC sendiri pada bulan September 2021 telah menurunkan proyeksi pasokan minyak mentah tahun 2021 dari negara Non-OPEC sebesar 0,15 juta barel per hari menjadi 63,85 juta barel per hari, dibandingkan proyeksi pada bulan sebelumnya. Sementara laporan IEA di bulan yang sama menunjukkan adanya penurunan pasokan minyak dunia di bulan Agustus 2021 sebesar 540 ribu barel per hari menjadi 96,1 juta barel per hari.

Penyebab lainnya, OPEC melaporkan proyeksi permintaan minyak mentah dunia di tahun 2021 sebesar 96,68 juta barel per hari, naik 0,11 juta barel per hari dibandingkan proyeksi pada bulan sebelumnya.

“Hasil analisa Tim Harga Minyak Indonesia ada faktor lain yang punya pengaruh kuat terhadap ICP, yaitu nilai tukar Dolar terhadap beberapa mata uang terutama Euro cenderung melemah dan peningkatan drastis harga gas alam global menjelang musim dingin akibat kurangnya pasokan gas alam sehingga minyak mentah menjadi energi substitusi dan diperkirakan dapat meningkatkan permintaan minyak mentah sebesar 550 ribu barel per hari,” jelas Agung.

Sedangkan untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut di atas, juga dipengaruhi oleh terus bertumbuhnya permintaan gasoline di China dan permintaan gasoline di bulan September 2021 diperkirakan mencapai tingkat sebelum pandemi Covid-19. Selain itu, pencabutan pembatasan aktifitas di India terkait pandemi Covid-19 telah meningkatkan permintaan gasoline di negara tersebut.

Untik perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan September 2021 dibandingkan bulan Agustus 2021 sebagai berikut:

  • Dated Brent naik US$ 3,77 per barel dari US$ 70,81 per barel menjadi US$ 74,58 per barel.
  • WTI (Nymex) naik US$ 3,83 per barel dari US$ 67,71 per barel menjadi US$ 71,54 per barel.
  • Basket OPEC naik US$ 3,37 per barel dari US$ 70,33 per barel menjadi US$ 73,70 per barel.
  • Brent (ICE) naik US$ 4,37 per barel dari US$ 70,51 per barel menjadi US$ 74,88 per barel.
Perkembangan harga minyak mentah dunia berdasarkan publikasi Platt’s periode 2020-2021.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here