PLTU Pangkalan Susu di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Medan, Petrominer – PT PLN (Persero) beserta seluruh insan kelistrikan terus bekerja keras dalam menciptakan pembangkit listrik yang andal untuk menerangi negeri dan mewujudkan listrik untuk masyarakat. Kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu Unit 3 dan Unit 4 telah meningkatkan pelayanan pasokan listrik pelanggan di wilayah Sumatera Utara.

Sejak beroperasi pada Juni 2019 lalu, pembangkit listrik dengan kapasitas 2×210 megawatt (MW) ini mampu beroperasi secara andal untuk memasok sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (SBU). PLTU ini berlokasi di Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

“Pembangkit ini andal, hingga saat ini belum pernah mengalami gangguan baik yang disebabkan oleh gangguan internal maupun eksternal. Beroperasinya PLTU Pangkalan Susu juga memperbaiki kualitas tegangan sistem khususnya pelanggan di Kabupaten Langkat,” ucap Manajer Unit Pelaksana Proyek Pembangkit Sumatera 2, Achmad Huirullah, Rabu (11/3).

Achmad menjelaskan, daya listrik yang dihasilkan pembangkit berbahan bakar batubara ini memperkuat sistem SBU yang disalurkan melalui Interkoneksi Sumatera jaringan transmisi 275kV Pangkalan Susu – Binjai.

PLTU Pangkalan Susu Unit 3 beroperasi secara komersial sejak 26 Juni 2019 dan Unit 4 sejak 5 September 2019. Beroperasinya kedua unit PLTU Pangkalan Susu ini pada sistem SBU telah memperkuat keandalan sistem yakni berkontribusi hingga 16,75 persen terhadap beban puncak sehingga mampu menurunkan Biaya Pokok Produksi sistem SBU.

“Adanya PLTU ini membuat kami mampu melakukan penghematan sebesar Rp 82,9 miliar per bulan,” ungkapnya.

Dalam pengoperasianya, PLTU Pangkalan Susu unit 3 & 4 menggunakan batubara berjenis low range dengan kalori sekitar 4.200 kcal/kg sebagai bahan bakar utama. Kebutuhan batubara selama setahun rata-rata untuk setiap unitnya sebesar 2,16 juta metrik ton. Guna menjaga ketersediaan pasokan, kebutuhan batubara PLTU Pangkalan Susu dilengkapi dengan tempat penyimpanan batubara (coal storage area) lengkap dengan dermaga (jetty) dan peralatan pembongkaran batubara (coal handling plant).

Sejak awal beroperasi, PLTU Pangkalan Susu unit 3 & 4 telah menyalurkan daya rata-rata sebesar 118,54 juta kWh/bulan ke sistem Sumatera Bagian Utara. Hingga Februari 2020, dua unit pembangkit ini telah menyalurkan energi listrik ke sistem Sumatera Bagian Utara sebesar 948,28 juta kWh.

PLTU Pangkalan Susu unit 3 & 4 dibangun sejak 7 Mei 2015 dan merupakan ekspansi dari Unit 1 & 2 yang telah beroperasi lebih dahulu. Pembangkit ini dibangun oleh konsorsium Sinohydro Co.Ltd. dan PT Nusantara Energi Mandiri dengan menggunakan komponen lokal yang telah mencapai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40,22 persen, sehingga mendukung program pemerintah dalam pemberdayaan industri nasional

Dalam proses pembangunannya, PLTU Pangkalan Susu Unit 3 & 4 ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 1.200 orang. Selain itu, PLN telah turut aktif meningkatkan kualitas perekonomian masyarakat diantaranya dengan melakukan peningkatan kualitas jalan Sei Siur – Tanjung Pasir sepanjang 5 km, pembangunan sumur bor untuk desa-desa sekeliling lokasi PLTU dan pengembangan tambak ikan masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here