Mesin diesel truk engkel pengangkut barang yang sudah dipasangin konverter kit Diesel Dual Fuel (DDF). Teknologi ini mampu mengurangi pemakaian solar sampai 47 persen dan kinerja mesin lebih baik.

Jakarta, Petrominer – PT Cahaya Gemilang Semesta (CGS) menggandeng PT Para Amartha LNG (PAL) untuk memasarkan teknologi konverter kit Diesel Dual Fuel (DDF). Sasarannya adalah para pemilik kapal besar, truk engkel pengangkut barang, serta mesin-mesin di pabrik.

PAL menyatakan siap memasok kebutuhan gas dalam bentuk liquefied natural gas (LNG) untuk mesin kapal, truk dan pabrik yang sudah dipasangi converter kit DDF. Malahan, perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur LNG dan CNG (compressed natural gas) ini siap membangun unit pengisian mini LNG atau mobile refueling unit (MRU) untuk memudahkan konsumen. Misalnya di pelabuhan maupun pangkalan truk.

“Kami dan PAL telah sepakat untuk menjual konverter kit DDF dalam sistem bundling. Dengan begitu, para pemilik kapal maupun truk yang mesin kendaraannya dipasangi konverter kit ini akan mendapat jaminan pasokan LNG-nya,” ujar Direktur Operasioinal CGS, Agus Sutjahyo, Jum’at (4/10).

Menurut Agus, pihaknya dan PAL sudah menandatangani memorandum of understanding (MoU) tentang kerjasama dalam tender konverter kit. Berdasarkan MoU tersebut, kedua pihak akan saling bekerjasama dengan memanfaatkan kemampuan masing-masing dalam Rekayasa, Pengadaan, Konstruksi, dan Instalasi untuk mengikuti tender di tender ataupun non tender konverter kit.

“Penandatangan MoU tersebut dilakukan di Semarang pada 29 September 2019. Disaksikan oleh Menteri Riset dan Teknologi Mohamad Nasir usai menyaksikan uji coba lapangan konverter kit DDF pada kapal bertonase besar milik Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang,” jelasnya.

Berdasarkan hasil uji laboratorium dan uji coba lapangan, konverter kit DDF karya cipta dari CGS ini mampu menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) solar setelah dicampur dengan gas. Selain hemat konsumen solar, kinerja mesin juga lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

“Selain kinerja mesin lebih baik, penghematan yang didapat pun bisa mencapai 47 persen. Pasalnya, gas yang memiliki efisiensi pembakaran lebih baik dibandingkan BBM dan harga yang lebih murah,” ujar Agus.

Lihat juga: Uji Coba Diesel Dual Fuel di Kapal dan Truk

Dia menjelaskan, CGS telah melakukan uji Dyno di mesin kapal yang menggunakan solar murni secara penuh. Kemudian dilakukan uji Dyno menggunakan DDF, dengan mengatur aliran solar dan gas secara proporsional untuk mendapatkan power dan torsi yang lebih baik.

“Rata-rata efisiensi yang diperoleh dengan teknologi DDF adalah 49 persen solar dan 51 persen gas,” papar Agus.

Hasil serupa juga didapatkan pada uji Dyno pada mesin truk engkel. Rata-rata efisiensi yang diperoleh dengan teknologi DDF adalah 45 persen solar dan 55 persen gas.

Menurutnya, konverter kit DDF sudah dipasang pada mesin truk diesel engkel milik PT Eskimo. Dengan beban muatan mencapai 3 ton, truk ini mampu menghemat konsumsi solar sampai 47 persen.

“Penghematan dan kinerja mesin bisa lebih baik lagi jika mesin menggunakan bahan bakar gas sepenuhnya (gas dedicated). Pasalnya, harga gas lebih murah dibandingkan BBM,” tegasnya.

Penandatangan MoU antara PT Cahya Gemilang Semesta dan PT Para Amartha LNG untuk memasarkan produk konveter kit Diesel Dual Fuel (DDF) usai uji coba lapangan konverter kit DDF pada kapal bertonase besar milik Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Disaksikan Menristekdikti Mohamad Nasir dan Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Muhammad Dimyati.

Sementara itu, Direktur Utama PAL, Achmad Supriyanto, menyatakan pihaknya siap memasok LNG dari kilang mini LNG yang sedang dibangun di Sidoarjo, Jawa Timur. Sambil menunggu beroperasinya kilang mini tersebut, PAL siap memasok gas dalam bentuk CNG.

“Kilang mini LNG kami dijadwalkan mulai produksi Januari 2020. Pasokan gas berasal dari EMP Kangean. Namun jika dibutuhkan sekarang, kami sudah siap memasok gas dalam bentuk CNG,” ujar Achmad.

Dia juga menegaskan bahwa teknologi canggih tidak bermanfaat jika tidak ada pasokan bahan bakarnya. Hal inilah yang mendorong PAL untuk menyiapkan pasokan gas bagi para pemilik konverter kit DDF, bisa dalam bentuk CNG maupun LNG.

Lihat juga: Menristek Dorong Pemanfaatan Gas untuk Transportasi

“Kami juga siap menempatkan mini station atau MRU di lokasi pangkalan truk atau pelabuhan untuk memudahkan konsumen mengisi gas,” tegas Achmad.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here