, ,

OPEC Potong Produksi, Netizen Desak AS Naikan Produksi

Posted by

Jakarta, Petrominer – Para anggota OPEC dan Non-OPEC (OPEC+) telah sepakat untuk memangkas produksi minyak sebesar 2 juta barel per hari dalam pertemuan pada 5 Oktober 2022. Pengurangan produksi yang akan dilaksanakan mulai November 2022 ini bertujuan untuk menghentikan penurunan harga minyak.

Namun, langkah tersebut mendapat kritikan dari AS. Negara Adidaya tersebut menegaskan bahwa pengurangan produksi terbesar sejak tahun 2020 ini diperkirakan akan menciptakan gangguan pasokan dan justru dapat menyebabkan kenaikan harga minyak.

Hal inilah yang mendorong para netizen menyarankan agar Amerika Serikat memprioritaskan produksi minyak domestiknya sebagai antisipasi atas kebijakan pemotongan produksi OPEC.  Beberapa influencer di twitter bahkan lebih setuju jika AS menambah produk minyaknya ketimbang melepas cadangannya.

“Kebijakan OPEC ini menjadi trending topic di twitter. Terjadi lonjakan komen dari para influencer di twitter seputar ‘OPEC’ selama minggu pertama Oktober,” ungkap Platform Analisis Media Sosial GlobalData, Kamis (6/10).

Analis Media Sosial GlobalData, Smitarani Tripathy, mengatakan para influencer berpendapat bahwa keputusan OPEC untuk memangkas produksi minyak justru akan menaikkan harga minyak. Malahan, beberapa dari mereka menyebutkan bahwa langkah itu tidak hanya akan merusak keputusan batas harga yang telah ditetapkan negara-negara Barat pada pasokan minyak dan gas Rusia, tetapi juga dapat memukul ekonomi global dengan kenaikan inflasi lebih lanjut.

Mengenai keputusan AS untuk melepaskan Strategic Petroleum Reserve (SPR) untuk mengendalikan harga, beberapa influencer menyarankan agar AS lebih baik meningkatkan produksi minyak domestik ketimbang melepaskan cadangan untuk memastikan keamanan energi.

Berikut beberapa pendapat influencer populer yang berhasil dihimpun oleh Platform Analisis Media Sosial GlobalData:

  • Michael Shellenberger, Presiden Environmental Progress, menyarankan agar AS fokus pada peningkatan produksi dalam negeri ketimbang memohon OPEC untuk mempertahankan atau menaikan produksi.
  • Daniel Lacalle, Kepala Ekonom Tressis, mengatakan bahwa produksi shale oil di AS kemungkinan akan meningkat menyusul keputusan OPEC memangkas produksi.
  • Andy Puzder, CEO CKE Restaurants Inc., mengatakan AS harus fokus pada produksi ketimbang melepaskan SPR.
  • Hamza Shaban, Reporter Bisnis The Washington Post, berpendapat bahwa pengurangan produksi OPEC tidak hanya akan mendorong kenaikan harga energi dan inflasi, tetapi juga membantu Rusia membiayai perang. Kejatuhan Demokrat diperkirakan bakal terjadi dalam pemilihan paruh waktu di AS.
  • Dr. Maria Shagina, Peneliti Sanksi Ekonomi IISC, mengatakan keputusan OPEC untuk memangkas produksi adalah respons asimetris dan politis, karena ini akan merusak rencana Barat untuk memotong pendapatan Rusia.
  • Armine Yalnizyan, Ekonom, memperkirakan pemotongan besar-besaran produksi akan menyebabkan harga minyak naik karena pengurangan produksi 2 juta barel per hari setara dengan 2 persen dari total produksi.
  • Heather Long, Kolumnis Ekonomi di Washington Post, memperkirakan harga gas akan naik tinggi dan kian melemahkan upaya untuk membantu Ukraina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *