Ministerial Roundtable International Energy Agency (IEA) on Economic Recovery Packages with a Focus on Energy Efficiency and Renewable Energy, Jum’at malam (24/4).

Jakarta, Petrominer – Pemerintah Indonesia menyambut baik dukungan International Energy Agency (IEA) dan kerja sama antar anggotanya dalam upaya mengamankan pasokan energi selama masa pandemi Covid-19. Apalagi, peran semua anggota IEA dalam mendorong pemulihan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan penanggulangan krisis kesehatan ini.

Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin tasrif, saat mengikuti Ministerial Roundtable International Energy Agency (IEA) on Economic Recovery Packages with a Focus on Energy Efficiency and Renewable Energy, Jum’at malam (24/4).

“Indonesia secara tegas merespon krisis Covid-19, namun kita juga tidak boleh mengabaikan prioritas pengelolaan energi kita,” ungkap Arifin.

Dalam pertemuan ini, dia juga menyatakan percaya bahwa sektor energi punya peran sentral dalam memulihkan hingga menjaga stabilitas perekonomian negara. Untuk itu, investasi energi baru terbarukan (EBT) harus perlu diperkuat. Hal inilah yang menjadi alasan kuat Pemerintah Indonesia terlibat secara aktif dalam keanggotaan IEA.

Menurutnya, pertemuan IEA kali ini menunjukkan bahwa prioritas mengatasi krisis dan pengelolaan energi dapat berjalan beriringan. Indonesia percaya bahwa energi adalah kunci pembangunan ekonomi, dan pengelolaannya harus berfungsi sebagai tulang punggung stabilitas ekonomi menuju pemulihan.

“Karena alasan inilah Indonesia saat ini memperkuat kebijakan untuk mendukung investasi energi terbarukan dan meningkatkan efisiensi energi, dan bekerja sama dengan IEA,” tegas Arifin.

Dia memaparkan bahwa Pemerintah Indonesia terus berupaya menciptakan iklim investasi EBT yang menarik guna mencapai target EBT sebesar 23 persen pada tahun 2025.

Inilah yang mendorong Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol secara khusus bersurat dan menyatakan dukungan kepada Menteri ESDM atas kebijakan serta langkah-langkah strategis Pemerintah Indonesia guna mencapai target tersebut. IEA juga mengundang Menteri Arifin untuk dapat mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Transisi Energi Bersih yang rencananya akan dilaksanakan bulan Juli mendatang.

Pertemuan secara virtual ini, yang diinisiasi oleh Menteri Perubahan Iklim, Energi, dan Utilitas Denmark, Dan Jorgensen, membahas penanggulangan dampak Covid-19 di sektor energi, efisiensi energi dan energi terbarukan. Pertemuan tersebut menghadirkan Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol dan Menteri Energi dari berbagai negara, seperti Kanada, Perancis, Selandia Baru, Swedia, Swiss, Inggris, India, Finlandia, Italia dan Belanda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here