Jakarta, Petrominer – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) Warabiai Sausapor, Selasa (13/2).

Dalam sambutannya, Jonan mengapresiasi Pemerintah Daerah Tambrauw yang telah menyiapkan acara peresmian ini. Pelaksanaan peresmian dipusatkan di lokasi PLTM Warabiai, Desa Jokte Kecamatan Sausapor, Tambrauw, Papua Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri ESDM juga menyerahkan secara simbolis 12 set LTSHE (Lampu Tenaga Surya Hemat Energi) kepada perwakilan warga. Dijelaskan bahwa satu set lampu tersebut diperuntukkan untuk satu rumah, yang bisa menghasilkan listrik 4 (empat) lampu dengan daya 25 watts dan juga colokan untuk mencarge Handphone.

“Ini dibantu pemerintah melalui APBN kepada setiap rumah yang belum ada layanan kelistrikan,” jelas Jonan.

Total sebanyak 529 LTSHE diberikan kepada 12 desa (5 kecamatan) di kabupaten Tambrauw dengan rincian sebagai berikut: Kec. Syujak 9 unit, Kec. Miyah 17 unit, Kec. Kwoor 37 unit, Kec. Yembun 118 unit, dan Kec. Kebar 348 unit.

Jonan juga berpesan, karena luasnya pulau Papua, khususnya Kabupaten Tambrauw, diharapkan Pemda dapat mengusulkan ke Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) untuk dibangun pembangkit Off Grid. Bisa diusulkan dibangun PLTMH atau PLTS dan sebagainya, dan listriknya untuk wilayah sekitar pembangkit. Karena jika menunggu saluran transmisi PLN masih lama karena memerlukan biaya yang besar.

“Kalau misalnya di daerah yang sangat sulit, sangat terpencil dan PLN belum ada program, tolong Pak Bupati dan Pak Gubernur sampaikan usulan ke saya, kirim surat ke saya untuk ditambah LTSHE,” jelas Jonan.

PLTM Warabiai Sausapor diperkirakan dapat menerangi sekitar 2.500 sampai dengn 3.000 rumah. Kapasitas PLTM tersebut mencapai 1,6 MW (2 x 800 kW). PLTM terhubung dengan jaringan PLN (On Grid) dan mensuplai listrik utama ke PLN.

Pembangunan PLTM dimulai pada tahun 2013 – 2015, dan dilakukan uji coba pengoperasian pada awal tahun 2016. Pembangunan menggunakan dana APBD Kabupaten Tambrauw.

PLTM Warabiai kondisinya telah beroperasi melayani beban secara bergantian dengan PLTD milik PLN berkapasitas 250 kW. Saat ini, beban puncak Distrik Sausapor mencapai 170 kW, dilayani oleh PLTD pada pukul 18.00-06.00 WIT dan PLTM Warabiai pada pukul 08.00-12.00 WIT dan pukul 14.00-17.00 WIT.

Listrik yang dihasilkan dari PLTM ini dijual ke PLN dengan harga Rp 1.500 per kWh. Adapun pengelola PLTM tersebut adalah Perusda PT Tambrauw Bersinar Abadi.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri dan rombongan meninjau SPBU KOMPAK di Distrik Sausapor, yang jaraknya sekitar 500 meter dari Pelabuhan Sausapor. Pengelola SPBU ini adalah CV Cahaya Tambrauw.

Harga BBM Premium Rp 6.450 per liter dan harga BBM Solar Rp 5.150 per liter. SPBU ini merupakan perwujudan Program Pemerintah yaitu BBM Satu Harga, demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here