, ,

MedcoEnergi Catat Biaya Produksi US$ 8,2 Per BOE

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Medco Energi International Tbk (MedcoEnergi) melaporkan kenaikan produksi minyak dan gas bumi (migas) sepanjang semester I 2017 sampai 40,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 lalu. Perusahaan migas nasional ini juga berhasil menekan biaya produksi migas hingga di bawah komitmennya US$ 10 per barrel oil equivalent (BOE).

Sepanjang semester I 2017, menurut CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato, MedcoEnergi memproduksi migas sebesar 89,8 ribu barrel oil equivalent per day (BOEPD). Angka ini 40,4 persen lebih tinggi dibandingkan produksi pada semester I 2016.

“Kinerja tersebut didorong oleh tingginya penjualan gas dari lapangan Senoro dan Blok B Natuna Selatan,” ujar Roberto dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Selasa (3/10).

Dia mengatakan bahwa Perseroan terus menampilkan performa yang bagus serta dapat mempertahankan manajemen produksi dan biaya tahun ini. Perseroan juga sukses menambah dan mensertifikasi 30 juta BOE cadangan terbukti (proved reserves) di Blok A Aceh.

Mengenai kemajuan proyek di Blok A, dijelaskan bahwa pengembangan gas berjalan sesuai jadwal untuk menghasilkan gas pertamanya pada akhir kuartal I 2018. Sementara pembangunan Central Processing Plant (CPP) sudah 85 persen selesai dengan saat ini dalam pengujian first well flow.

Tidak hanya di sektor migas, Roberto juga melaporkan encana pertumbuhan dan ekspansi perusahaan afiliasi di bidang Power dan Mining yang terus berlanjut dengan peningkatan kemajuan sebelum akhir tahun ini

Di bidang pembangkit listrik, Medco Power Indonesia telah mengoperasikan lebih dari 520 MW kapasitas terpasang di pembangkit listrik tenaga gas, panasbumi dan hidro. Kinerja itu dicapai setelah beroperasinya secara komersial fasilitas mini-hydro Cibalapulang-1 dan Unit 2 PLTP Sarulla pada awal Oktober ini, atau satu bulan lebih cepat dari jadwal.

Sementara PT Amman Mineral Nusa Tenggara juga terus mengukir kemajuan yang baik dalam rencananya untuk mengurangi biaya dan pendanaan untuk perkembangan perusahaan di masa depan

Kinerja Keuangan

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasinya untuk periode yang berakhir tanggal 30 Juni 2017 (Semester I 2017), pendapatan mencapai US$ 403,5 juta. Angka ini 54,3 persen lebih tinggi dari semester 1 2016 dengan penjualan yang lebih tinggi dan kenaikan harga realisasi rata-rata US$ 49,3 per barrel (naik 28,8 persem) untuk minyak dan US$ 5,6 per mmbtu (naik 32,8 persen) untuk gas.

Perusahaan membukukan laba kotor semester 1 2017 sebesar US$ 198,2 juta dan margin kotor 49,1 persen. Cash cost terus menjadi area fokus dengan biaya unit migas US$ 8,2 per BOE, jauh di bawah komitmen untuk tetap di bawah US $ 10 per BOE sampai tahun 2020.

EBITDA (Laba sebelum Penghasilan, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi) meningkat 61,7 persen YoY menjadi US$ 200,3 juta, dengan marjin EBITDA naik sebesar 49,6 persen.

Dari hasil keuangan itu, MedcoEnergi membukukan laba bersih dari operasi sebesar US$ 80,7 juta, lebih rendah dibandingkan US$ 11,3 juta yang dicapai semester I 2016. Sepanjang semester pertana tahun ini, perusahaan juga mendapat dampak negatif dari lindung nilai harga di AMNT dan biaya dry well di Bengara, yang semuanya adalah non-recurring items.

Net debt to EBITDA untuk semester I 2017 adalah 3,9x, jauh di bawah level 6,7x pada tahun 2016. Ini merupakan tingkat terendah sejak tahun 2013.

RINGKASAN KINERJA SEMESTER 1 2017

Operasional:
• Volume produksi minyak dan gas naik 40,4 persen dibandingkan tahun lalu
• Produksi rata-rata 89,8 MBOEPD, naik dari 64,0 MBOEPD
• Produksi Minyak 35,5 MBOPD, naik dari 30,2 MBOPD
• Produksi Gas 290,6 MMSCFD, naik dari 197,8 MMSCFD
• Biaya US$ 8,2 per BOE, jauh di bawah komitmen jangka panjang untuk tetap di bawah US$ 10 per BOE

Keuangan:
• EBITDA sebesar US$ 200,3 juta, naik dari US$ 123,9 juta tahun lalu
• Laba bersih sebesar US$ 80,7 juta, turun dari US$ 11,3 juta
• Hutang turun sebesar 8,2 persen dari akhir tahun 2016
• Likuiditas yang kuat dengan kas, investasi dan setara kas lebih dari US$ 210 juta dan US$ 150 juta dari piutang usaha.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *