President Director BHGE Indonesia Iwan Chandra (kiri) dan President Director BHGE Asia Pacific Maria Sferruzza (kanan) saat memperkenalkan mata bor adaptif TerrAdapt, mata bor dengan umur yang lebih panjang Dynamus dan Fast Track Prism untuk menganalisa fluida dan pengambilan sampel pemboran, dalam acara IPA Convex 2019.

Jakarta, Petrominer – Baker Hughes (BHGE), a GE company, untuk pertama kalinya di Indonesia memperkenalkan tiga peralatan pemboran baru yang khusus dikembangkan dengan menggabungkan teknologi digital dengan teknik manufaktur canggih. Peralatan ini diyakini bisa mengurangi risiko dan memberikan solusi yang lebih efisien, lebih produktif, dan lebih dapat diprediksi untuk meningkatkan produktivitas migas di Indonesia.

“Kami percaya bahwa ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang dapat didorong oleh penggunaan teknologi digital canggih yang dirancang untuk mengurangi total biaya, meningkatkan produktivitas serta menurunkan biaya modal dan operasional,” ujar Presiden BHGE Indonesia, Iwan Chandra, saat memperkenalkan tiga peralatan canggih barunya dalam acara Konvensi dan Pameran Indonesian Petroleum Association ke-43 Tahun 2019 (IPA Convex 2019), Jum’at (6/9).

Iwan menjelaskan, ketiga peralatan tersebut adalah mata bor adaptif TerrAdapt, mata bor dengan umur lebih panjang Dynamus dan Fast Track Prism untuk menganalisa fluida dan pengambilan sampel pemboran, Ketiga peralatan pemboran khusus ini dikembangkan dengan menggabungkan teknologi digital dengan teknik manufaktur canggih untuk mengurangi risiko dan memberikan solusi yang lebih efisien, lebih produktif, dan lebih dapat diprediksi.

“Produktivitas dan efisiensi adalah tantangan industri minyak dan gas saat ini, baik untuk proyek onshore maupun offshore. Bagi industri minyak, penting untuk melakukan penghematan biaya eksplorasi dan produksi terlepas dari naik turunnya harga minyak dunia. Hal ini mengurangi waktu non-produktif secara berkelanjutan, biaya per barel yang lebih rendah, serta recovery rate yang lebih tinggi,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here