ITS Team 2 (Sapuangin) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember memenangkan Juara 1 kategori UrbanConcept kelas Internal Combustion.
Tim Sadewa dari Universitas Indonesia meraih Juara 3 pada kategori UrbanConcept kelas Internal Combustion, sebuah peningkatan dari Shell Eco-marathon 2018 di mana tim ini meraih peringkat 4 pada kategori yang sama.
GARUDA UNY ECO TEAM dari Universitas Negeri Yogyakarta kembali merebut gelar juara dengan peningkatan. Kali ini, Juara 2 pada kategori UrbanConcept kelas Internal Combustion.
Mengulang prestasi tahun sebelumnya, Juara 2 kategori UrbanConcept kelas Battery Electric kembali diraih oleh ITS Team 1 (Nogogeni), Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Juara 2 kategori UrbanConcept kelas Fuel-Cell Hydrogen menjadi prestasi pertama ITS Team 5 (Antasena) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, di ajang bergengsi kelas dunia, Shell Eco-marathon Asia 2019.
Melanjutkan kemenangan pada posisi yang sama di tahun sebelumnya, tim Bumi Siliwangi 4 dari Universitas Pendidikan Indonesia meraih Juara 3 pada kategori UrbanConcept kelas Battery Electric.
Sepang, Malaysia, Petrominer – Tim mahasiswa Indonesia kembali berhasil menjuarai ajang bergengsi kelas dunia, Shell Eco-marathon 2019, yang digelar di Sepang, Malaysia pada 29 April – 2 Mei 2019.
ITS Team 2 (Sapuangin) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi juara pertama untuk kategori UrbanConcept di kelas Internal Combustion Engine dengan rekor jarak tempuh 395 km/liter, disusul dua tim Indonesia lainnya yaitu Garuda UNY Eco Team dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan tim Sadewa dari Universitas Indonesia (UI). Adapun untuk kelas Battery Electric, tim Nogogeni dari ITS menjadi juara kedua disusul tim Bumi Siliwangi 4 dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Sementara di kelas Hydrogen, ITS Team 5 dari ITS meraih juara kedua.
Tinggalkan Balasan