Balikpapan, Petrominer – Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) memproyeksikan bisnis logistik bakal tumbuh di angka 5 hingga 8 persen tahun 2023 ini. Pertumbuhan dan kemampuan bisnis logistik ini diyakini ikut mendukung kemajuan industri pertambangan batubara.
Dalam upaya mendukung geliat logistik Indonesia, PT Cipta Krida Bahari (CKB Group) kembali berpartisipasi dalam acara tahunan Indonesia Coal Summit 2023 di Balikpapan, Jum’at (12/5). Partisipasi CKB Group dalam ajang ini juga menjadi wujud komitmen perusahaan untuk memberikan dukungan dalam pemulihan kegiatan logistik pasca pademi Covid-19.
Chief Executive Officer (CEO) CKB Group, Iman Sjafei, mengatakan pihaknya mengapresiasi perhelatan tahunan Indonesia Coal Summit 2023 dengan menghadirkan stakeholders industri coal energy. Melalui acara ini, diharapkan pengetahuan dan perkembangan terbaru dalam industri coal energy dapat meningkat.
“Sebagai perusahaan yang fokus menyediakan solusi rantai pasok untuk industri tambang, CKB Group tentunya senang dapat hadir di acara ini. Ke depan, CKB Group terus berkomitmen untuk menyediakan solusi rantai pasok seluruh aspek industri pertambangan seperti pengiriman alat berat khusus dengan ukuran dimensi berlebih, hasil galian dan muatan, serta produk industri yang memerlukan penanganan khusus,” ujar Iman.
Sampai saat ini, beberapa layanan CKB Group yakni transportasi, manajemen pergudangan, layanan remote supply, pengiriman kargo, bongkar muat, jasa logistik dan pengiriman barang besar, serta coal barging. Perusahaan juga berhasil menjangkau daerah terpencil Indonesia guna mendukung perkembangan bisnis batu bara.
“Tak hanya agile, CKB Group senantiasa mengedepankan kepatuhan terhadap peraturan kepabeanan atau cukai dan mempunyai sistem pengelolaan usaha dan komunikasi yang baik. Hal ini menjadikan CKB Group sebagai perusahaan Operator Ekonomi Bersertifikat atau Authorized Economic Operator (AEO) yang masuk ke dalam tiga perusahaan terpilih untuk dikunjungi oleh Bea Cukai Uni Emirat Arab (UEA),” jelas Iman.
CKB Group adalah anak usaha ABM Investama. Perusahaan terus mengembangkan bisnisnya, untuk menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi situasi Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA). Tidak hanya menyediakan layanan pergudangan, tetapi juga sebagai salah satu perusahaan 3PL (perusahaan logistik pihak ketiga) yang melakukan tugas seputar supply chain management.








Tinggalkan Balasan