Gardu Induk Labuan Bajo untuk mendukung wilayah ini sebagai destinasi pariwisata super prioritas.

Labuan Bajo, Petrominer – PT PLN (Persero) menambah trafo berkapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA) di Gardu Induk (GI) Labuan Bajo. Langkah ini sebagai dukungan PLN untuk menjadikan Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas.

General Manager Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Wahidin, menjelaskan bahwa sebelumnya GI Labuan Bajo hanya memiliki 1 trafo berkapasitas 20 MVA. Dengan adanya tambahan ini, operasional GI Labuan Bajo kini menggunakan dua trafo dengan total kapasitas mencapai 50 MVA. 

“Langkah ini wujud komitmen PLN untuk menunjang aktivitas kegiatan ekonomi di kabupaten Manggarai Barat, khususnya Labuan Bajo yang merupakan kawasan destinasi pariwisata super prioritas dan tentunya kawasan pengembangan strategis nasional,” ujar Wahidin, Jum’at (9/9).

Dengan tambahan trafo tersebut, menurutnya, pasokan listrik pada Sistem Flores bakal menjadi semakin kuat dan andal. Ini membuat PLN semakin yakin dalam menyuplai kebutuhan untuk para pelanggan premium dan masyarakat umum. 

Saat ini, sistem Flores memiliki daya mampu 94,97 Mega Watt (MW) dengan besaran beban puncak 79,34 MW. Artinya, terdapat daya cadangan sebesar 15.63 MW. 

Lebih lanjut, Wahidin menyampaikan bahwa proyek penambahan trafo ini menyerap 40 orang tenaga kerja lokal. 

“Pada tahap terakhir nanti kami akan menyelesaikan pekerjaan akses jalan yang memasuki lokasi gardu induk, sehingga masyarakat sekitar juga dapat menikmati dan memanfaatkan akses jalan yang lebih baik,” ungkapnya.

Selanjutnya PLN akan membangun saluran udara tegangan tinggi (SUTT) untuk menginterkoneksikan Gardu Induk Labuan Bajo dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Labuan Bajo yang ada di kecamatan Rangko. Pembangunan ini direncanakan akan dimulai tahun 2023 depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here