
Kepulauan Seribu, DKI Jakarta – Dengan mengusung semangat #NowForClimate, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menggelar aksi penanaman mangrove dan lamun (seagrass) di kawasan pesisir Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Minggu (28/6). Melibatkan 40 pekerja PHI lintas fungsi, kegiatan ini berkolaborasi dengan organisasi lingkungan Lindungi Hutan dan mitra petani Pulau Pari.
Manager Environment PHI, Kemas Adrian, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diselenggarakan secara serentak oleh PHI-Regional 3 Kalimantan. Aksi ini juga sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendorong aksi nyata pelestarian lingkungan, perlindungan ekosistem pesisir, serta mitigasi perubahan iklim.
“Perusahaan mendukung praktik bisnis yang berkelanjutan. Tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ungkap Kemas, Jum’at (3/7).
Dia menyebutkan, sebanyak 1.000 bibit mangrove dan 500 bibit lamun ditanam sebagai bagian upaya rehabilitasi ekosistem pesisir. Aksi ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan kawasan pesisir terhadap dampak perubahan iklim.
Menurut Kemas, inisiatif tersebut turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/ SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan Tujuan 15 (Menjaga Ekosistem Daratan).
Blue Carbon
Ekosistem mangrove dan lamun merupakan bagian dari ekosistem blue carbon, yaitu ekosistem pesisir yang memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar selama puluhan hingga ratusan tahun. Selain berfungsi sebagai habitat berbagai biota laut, kedua ekosistem tersebut berperan penting dalam melindungi garis pantai dari abrasi, meredam energi gelombang, menjaga kualitas perairan, serta mendukung produktivitas perikanan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.
Berbagai kajian ilmiah menunjukkan, ekosistem mangrove mampu menyimpan karbon hingga sekitar tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan tropis daratan per satuan luas. Mangrove mampu mengakumulasi karbon di dalam tanah dalam jangka waktu yang sangat panjang. Sementara padang lamun memiliki kontribusi signifikan terhadap penyimpanan karbon biru melalui biomassa dan sedimen yang berada di bawahnya, meski hanya menutupi sebagian kecil dasar laut.
Melalui aksi ini, PHI berharap dapat memperkuat sinergi antara dunia usaha, masyarakat, dan organisasi lingkungan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir Indonesia. Selain memberikan manfaat ekologis melalui perlindungan habitat dan peningkatan cadangan karbon biru, program ini juga diharapkan mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomis bagi masyarakat setempat secara berkelanjutan.
Perwakilan mitra petani Pulau Pari mengapresiasi dukungan PHI terhadap upaya rehabilitasi ekosistem pesisir.
Menurut mereka, bantuan tersebut memberikan manfaat nyata dalam mendukung upaya masyarakat mengurangi laju abrasi dan memulihkan ekosistem yang mengalami degradasi. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Pulau Pari menyaksikan perubahan signifikan di kawasan pesisir, seperti peningkatan abrasi, penurunan luasan padang lamun secara drastis, dan kenaikan permukaan air laut.
Dihubungi terpisah, Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, mengatakan kegiatan ini menjadi momen istimewa yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, aksi penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dilaksanakan di luar area operasional PHI yang berada di Kalimantan.
Pilihan ini, menurut Doni, mencerminkan keyakinan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak mengenal batas wilayah dan dapat diwujudkan di mana pun lingkungan membutuhkan perhatian dan dukungan. Malahan, penanaman mangrove dan lamun ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau kelompok tertentu.
“Dengan melibatkan pimpinan perusahaan, karyawan, hingga mitra kerja dalam satu gerakan bersama, PHI menunjukkan bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi masa depan lingkungan dan generasi mendatang,” tegasnya.








Tinggalkan Balasan