, , ,

Dari Mataram, Sumbawa Timur Mining Kirim Bantuan Gempa Flores

Posted by

Manggarai Barat, Petrominer – PT Sumbawa Timur Mining (STM) mengirimkan dua truk berisi berbagai jenis bantuan yang dibutuhkan di lokasi pengungsian warga terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Secara khusus, pengelola eksplorasi tembaga Proyek Hu’u di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini menyalurkan bantuan berupa sandang, pangan, dan papan dengan nilai logistik lebih dari Rp 270 juta.

Head of Communications STM, Cindy Elza, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan salah satu wujud solidaritas STM sebagai bagian dari masyarakat di kawasan Nusa Tenggara. Kedua truk yang diberangkatkan dari Mataram itu juga sebagai bentuk dukungan terhadap respons darurat dan pemulihan masyarakat terdampak bencana.

“STM adalah bagian masyarakat dari Kepulauan Nusa Tenggara. Kami mencoba untuk turut hadir saat saudara-saudara kami di sana memerlukan bantuan. Semoga keterlibatan kami dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak,” ujar Cindy dalam keterangan resmi yang diterima PETROMINER, Senin (24/8).

Sesuai Kebutuhan

Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Komandan Posko AJU-I Labuan Bajo, Mayjen TNI Mochammad Luthfie Beta, menerima langsung bantuan logistik dari STM untuk para korban gempa. Bantuan tersebut disebutnya telah sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Ia pun segera berkoordinasi dengan tim BNPB untuk mengatur teknis pendistribusian bantuan.

“Yang disiapkan oleh PT Sumbawa Timur Mining sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Saya juga sudah menyiapkan list dan informasi dari pemerintah setempat kebutuhan mendesak itu apa saja. Yang jelas makanan, kemudian tenda-tenda untuk warga bisa istirahat dengan tidak waswas, kemudian (digunakan juga untuk) dapur umum, dan perawatan pasien,” ujar Mayjen TNI Luthfie setelah serah-terima bantuan dengan STM, Minggu (23/8).

Menurutnya, bantuan logistik dari STM akan didistribusikan ke Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Ngada.

“Jadi ada empat kabupaten, ya. Nanti masing-masing PIC (person in-charge) akan menentukan, akan mencari informasi ke mana saja kira-kira titik-titik (pendistribusian). Atau mana yang tidak bisa dijangkau lewat darat, (maka) kita datangi lewat udara,” ujar Mayjen TNI Luthfie.

Gerakan ESDM Siaga Bencana merupakan aksi kolektif Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama berbagai perusahaan pertambangan di Indonesia untuk mendukung penanganan bencana. Melalui gerakan ini, kontribusi dari berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat respons terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Sebelumnya, pada Sabtu (15/8), gempa tektonik bermagnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores. Berdasarkan keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nasional, hingga Minggu (23/8), gempa besar tersebut dan ribuan gempa susulan lainnya menyebabkan 91 korban jiwa serta membuat 161 ribu orang mengungsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *