Sampang, Petrominer – Pengembangan lapangan Bukit Tua di Blok Ketapang, Jawa Timur, memasuki babak baru. Lifting kondensat perdana untuk kebutuhan domestik dari lapangan minyak dan gas bumi yang dioperasikan oleh PC Ketapang II Ltd. (Petronas) ini telah dilakukan, ditandai dengan pengiriman 150 barel kondensat.

Pengiriman kondensat perdana tersebut sekaligus menandai mulai beroperasinya Onshore Receiving Facilities (ORF) lapangann Bukit Tua yang dikembangkan sejak tahun 2017 lalu. Keberadaan fasilitas ini tentunya akan menambah fasilitas produksi hulu migas untuk mendukung pencapaia target kinerja hulu migas tahun 2020 ini.

“Sebagai blok dengan produksi minyak yang cukup besar dan berada di tengah laut (offshore), maka keberadaan fasilitas ORF sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancaran lifting,” ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Nurwahidi, dalam acara peresmian fasilitas penampungan kondensat tersebut, Sabtu (29/2).

Nurwahidi menyampaikan, fasilitas penampungan kondensat ini akan mendukung kelancaran penyaluran dan monetisasi produk yang dihasilkan ORF, selain gas yang telah dikomersialisasikan terlebih dahulu. Keberhasilan penyelesaian pembangunan fasilitas tersebut akan semakin memperkuat keyakinan SKK Migas bahwa visi bersama menuju 1 juta barel di tahun 2030 dapat direalisasikan.

Fasilitas darat penampungan kondensat blok migas di utara Pulau Madura ini dirancang dengan kapasitas 300 barel kondensat. Proyeksi produksi kondensat di ORF adalah 400 barel kondensat per minggu dengan frekuensi lifting 2 sampai 3 kali per minggu.

“Lifting pertama yang dilakukan saat peresmian proyek tersebut adalah 150 barel kondensat. Adapun yang bertindak sebagai pembeli kondensat Bukit Tua telah ditunjuk PT Multi Colors Indonesia,” jelasnya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher menyampaikan, “SKK Migas terus melakukan koordinasi dengan KKKS agar dapat menyelesaikan berbagai proyek hulu migas sesuai jadwal agar produksi dan lifting migas 2020 dapat tercapai.”

Menurut Wisnu, beroperasinya ORF lapangan Bukit Tua akan semakin menambah dan memperkuat kemampuan fasilitas industri hulu migas nasional yang saat ini berjumlah 26 FPSO/FSO/FPU dan 522 unit operation offshore platform.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here