Jakarta, Petrominer — Pemerintah terus berkomitmen memudahkan masyarakat mendapatkan listrik. Salah satunya dengan menerapkan kebijakan Layanan Satu Pintu Sambungan Listrik.

Layanan tersebut akan mengintegrasikan secara online proses bisnis dari PT PLN (Persero) sebagai penyedia tenaga listrik dan Lembaga Inspeksi Teknik Tegangan Rendah (LIT-TR) sebagai pemeriksa instalasi tenaga listrik dan penerbit Sertifikat Laik Operasi (SLO).

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jarman, dalam Coffee Morning yang diselenggarakan di kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jum’at (29/4).

Dengan layanan satu pintu tersebut, ujar Jarman, masyarakat cukup mendaftarkan penyambungan listrik kepada PLN tanpa perlu repot lagi menghubungi atau berurusan dengan LIT TR. Jumlah prosedur mendapatkan listrik pun diperpendek dari lima menjadi tiga prosedu. Begitu pula jangka waktu penyambungan, yang semula 79 hari menjadi paling lama 25 hari.

“Selain itu, Pemerintah juga melakukan pengurangan biaya penyambungan listrik yang dibayarkan kepada PLN dan pengurangan biaya SLO yang dibayarkan kepada LIT TR dengan penurunan sebesar 20% dari biaya semula,” paparnya.

Dalam Coffee Morning tersebut, disosialisasikan dua kebijakan baru sebagai upaya strategis Pemerintah untuk memudahkan masyarakat mendapatkan listrik, yaitu Peraturan Menteri ESDM Nomor 08 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menten ESDM Nomor 33 Tahun 2014 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh Perusahaan Perseroan Persero) PT Perusahaan Listrik Negara dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Peraturan Menteri ESDM Nomor 05 Tahun 2014tentang Tata Cara Akred’itasi dan Sertifikasi Ketenagalistrikan.

Berdasarkan Permen ESDM Nomor 08 tahun 2016, kecepatan pelayanan sambungan baru tegangan rendah menjadi indikator penilaian Tingkat Mutu Pelayanan (TMP). PLN wajib memberi pengurangan tagihan listrik kepada Konsumen apabila realisasi TMP tenaga listrik melebihi 10% di atas saran TMP tenaga listrik yang ditetapkan. Pengurangan tagihan listrik diberikan besar 35% (tarrff adjustment) atau 20% (non tariff adjustment) dari biaya beban atau rekening minimum konsumen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here