Jakarta, Petrominer – Kenaikan inflasi dan pinjaman biaya modal telah menjadi tantangan utama bagi proyek minyak dan gas bumi (migas) yang akan datang. Ini menyebabkan nilai kontrak industri migas mengalami penurunan yang signifikan sebesar 48 persen pada Kuartal I-2023, dibandingkan kuartal sebelumnya.
Hal ini diungkap GlobalData dalam laporan terbarunya berjudul “Oil and Gas Industry Contracts Analytics by Sector (Upstream, Midstream and Downstream), Region, Planned and Awarded Contracts and Top Contractors, Q1 2023,” yang diperoleh PETROMINER, Jum’at (5/5).
Dalam laporan tersebut, perusahaan data dan analitik ini memperlihatkan bahwa keseluruhan nilai kontrak turun dari US$ 64,9 miliar pada Kuartal IV-2022 menjadi US$ 34,01 miliar pada Kuartal I-2023. Volume kontrak juga menurun dari 1.623 pada Kuartal IV-2022 menjadi 1.440 pada Kuartal I-2023.
“Tampaknya momentum nilai kontrak telah melambat karena tingginya suku bunga dan kenaikan inflasi di negara maju. Kondisi ini berpotensi menghasilkan lebih sedikit kontrak bernilai tinggi selama kuartal ini di sektor minyak dan gas,” ungkap Analis Migas GlobalData, Pritam Kad.

Segmen Operation and Maintenance (O&M) mencapai 57 persen dari total kontrak pada Kuartal I-2023, diikuti oleh lingkup pengadaan sebesar 17 persen, dan kontrak dengan berbagai cakupan lainnya, seperti konstruksi, desain dan rekayasa, instalasi, O&M, dan pengadaan, yang menyumbang 14 persen.
Beberapa kontrak penting selama periode tiga bulan pertama tahun 2023 ini termasuk perpanjangan kontrak selama 15 tahun senilai US$ 5,3 miliar yang diraih oleh anak perusahaan Yinson Holdings untuk layanan charter dan O&M Floating, Production, Storage, and Offloading (FPSO) Agogo di Angola; dan kontrak lima tahun senilai US$ 2,6 miliar yang dimenangkan oleh ADNOC Logistics & Services untuk layanan logistik terintegrasi untuk ADNOC Offshore di Uni Emirat Arab (UEA).
Kontrak besar lainnya adalah kontrak DL E&C senilai US$ 1,6 miliar oleh konsorsium yang dipimpin Hyundai Engineering & Construction. Konsorsium yang terdiri dari Hyundai Engineering dan Lotte Engineering & Construction ini untuk proyek pembangunan fasilitas Thermal Crude to Chemicals (TC2C) dan paket interkoneksi untuk proyek Shaheen ethylene dan propylene milik S-Oil di Ulsan, Korea Selatan.









Tinggalkan Balasan