,

Kriya dan Fesyen Mulai Dilirik Angel Investor

Posted by

Jakarta, Petrominer – Para pemodal (angel investor) kini sudah mulai melakukan diversifikasi pemberian modalnya. Tidak hanya kepada bidang start-up digital, mereka juga melirik kepada bidang fesyen dan kriya berskala kecil dan menengah. Alasannya, kedua bidang ini punya aset yang lebih riil.

Hal tersebut dikemukakan Nuniek Tirta Sari dari PT Start-up Lokal, perusahaan yang bertindak sebagai angel investor dalam Program Creative Business Incubator (CBI). Program yang digagas Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian melalui Bali Creative Industry Center ini bertujuan untuk meningkatkan keahlian dalam pengelolaan bisnis kepada pelaku industri kreatif kriya dan fesyen berusia di bawah 28 tahun.

Menurut Nuniek, sejak beberapa tahun beroperasi di Indonesia, perusahaanya sudah bermitra dengan sekitar 15 perusahaan. Dari jumlah tersebut, ternyata lebih dari 10 perusahaan bergerak di bidang start-up digital.

“Itu sebabnya, akhir-akhir ini kami ingin mendiversifikasi usaha, agar UMKM di luar bidang tersebut, yang bergerak dalam ekonomi kreatif, juga dapat tersentuh masuknya pemodal dari angel investor,” paparnya usai menjadi pembicara dalam Program Creative Business Incubator, Sabtu (15/12).

Dia menambahkan, potensi ekonomi kreatif di Indonesia cukup besar sehingga peran Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sebagai fasiltator sangat penting. Kontribusinya yang cukup signifikan bagi perekonomian, terlihat dari peranannya kepada Produk Domestik Brutto (PDB) hingga mencapai Rp 1.105 triliun pada tahun 2018 ini. Ini menunjukkan peran penting ekonomi kreatif terhadap jalannya roda perekonomian di dalam negeri.

“Perusahaan kami melihat perusahaan start up, khususnya UMKM yang bergerak di bidang kriya dan fesyen, perlu mendapat perhatian yang sama besar dengan mereka yang bergerak di bidang industri digital. Memang apabila dilihat dari valuasi, nilai perusahaan digital cukup fantastis. Itu sebabnya satu perusahan juga berani mengajukan proposal pendanaan awal dengan nilai cukup besar, sekitar ratusan juta rupiah,” jelas Nuniek.

Sementara untuk mitra UMKM kriya dan fesyen yang mengikuti pelatihan, dari 26 peserta yang lolos seleksi, telah dipilih 6 UMKM yang mengajukan permodalan awal bervariasi sesuai kebutuhannya. Mulai dari yang membutuhkan Rp 20 juta per perusahaan, dan yang terbesar mengajukan Rp 9 miliar.

Program Dua Tahun

Dalam kesempatan sama, Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan, E. Ratna Utarianingrum, menjelaskan bahwa program ini merupakan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan akademisi dalam perencanaan, pelaksanaan program, business pitching, dan evaluasi. Dalam penyusunan kurikulum dan pelaksanaan program, kami melibatkan tim dari Universitas Prasetiya Mulya sebagai salah satu institusi pendidikan bisnis.

“Dalam melakukan evaluasi perencanaan bisnis dan business pithcing, kami mengundang Desk Inkubasi Bisnis Mikro dan Ritel BRI, Angel Investment Network Indonesia, Talent Indonesia, Mekar.id dan Angel Investor. Mereka diharapkan bisa mengatasi kendala pengembangan usaha, terutama pendanaan,” jelas Ratna.

Dia juga memaparkan bahwa program ini rencananya dilaksanakan selama dua tahun. Pada tahun pertama berupa sesi klasikal yang dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober hingga 15 Desember 2018, dengan materi terkait strategi usaha, business model canvas, manajemen pemasaran, produksi & operasi, sumber daya manusia, keuangan, dan business plan.

Untuk menguji pemahaman, peserta diberi tugas lapangan sampai melakukan presentasi di hadapan narasumber. Pihak penyelenggara juga mengundang pelaku usaha untuk sesi sharing di antaranya Brodo, Kreskros, Tanamas, Sijilifestyle dan Oldblue.

“Harapannya, peserta memahami materi, baik dalam hal teori ataupun penerapannya. Tahun 2019 akan dilanjutkan dengan program pendampingan yang mengacu kepada perencanaan bisnis yang sudah disusun,” ujar Ratna.

Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan, E. Ratna Utarianingrum (nomor 3 dari kiri), berfoto bersama dengan para mentor, Nuniek Tirta Sari dr PT Start Up Lokal (nomor 2 dari kiri) dan Eko Suhartanto dari Universitas Prasetya Mulya (nomor 1 dari kanan), dengan perwakilan peserta program Creative Business Incubator di Jakarta, Sabtu (15/12).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *