
Jakarta, Petrominer – Minyak dari sumur masyarakat yang dikelola PT Keban Berkah Energi (KBE) mulai mengalir ke Medco E&P Grissik Ltd. (MEPG), Rabu (22/4). Pengaliran minyak perdana ini dilakukan hanya dua hari setelah perjanjian kerja sama ditandatangani.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengapresiasi kerja sama yang dilakukan oleh MEPG dengan UMKM KBE. Hal ini menunjukkan dukungan nyata dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam mengimplementasikan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025.
“Tidak perlu menunggu lama, hanya dalam waktu dua hari sejak perjanjian ditandatangani, telah mengalir minyak dari UMKM Keban Berkah Energi kepada Medco E&P Grissik Ltd.. Kami menyampaikan apresiasi kepada MEPG dan KBE atas langkah cepat, cermat, dan terukur sehingga perjanjian kerja sama tersebut dapat segera diimplementasikan,” ujar Djoko dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Senin (27/4).
Perjanjian kerja sama antara MEPG dengan KBE ditandatangani di Jakarta pada 20 April 2026. KBE merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ditunjuk oleh Gubernur Sumatera Selatan dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan operasional sumur masyarakat berlokasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Saat ini, UMKM KBE tengah melakukan perbaikan tata kelola sumur yang tercakup dalam kontrak melalui penyemenan area sumur guna memperbaiki dampak lingkungan secara bertahap. Melalui upaya ini, diharapkan dapat mendukung pasokan minyak mentah dari sumur masyarakat sekaligus memperbaiki pengelolaan lingkungan di sekitar sumur.
Sesuai Ketentuan
Menurut Djoko, perjanjian ini menunjukkan dukungan yang kuat dari MEPG terhadap program Pemerintah dalam meningkatkan produksi dan lifting minyak bumi nasional. Dalam pelaksanaan kerja sama ini, MEPG tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta memastikan seluruh kegiatan dijalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dia menyampaikan bahwa hasil uji sampel basic sediment & water (BS&W) sebesar 0,1 persen telah sesuai dengan persyaratan dalam GEP dan kontrak. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas minyak dari sumur masyarakat telah memenuhi ketentuan yang berlaku.
“SKK Migas terus melakukan pemantauan dan memberikan dukungan untuk realisasi kerja sama antara MEPG dan KBE, agar pengiriman minyak selanjutnya dapat dilakukan secara berkelanjutan dalam rangka membantu penyediaan pasokan minyak mentah untuk mendukung ketahanan energi di tengah krisis global,” kata Djoko.
Implementasi kerja sama KKKS dalam mendukung pelaksanaan kegiatan operasional sumur masyarakat terus berjalan di berbagai daerah di Indonesia. SKK Migas terus mendorong KKKS yang di wilayah operasinya terdapat sumur rakyat yang telah memenuhi syarat agar realisasi kerja sama dengan mitra di wilayah tersebut dapat diakselerasi pelaksanaannya, sehingga kontribusi lifting minyak dari sumur rakyat dapat signifikan sepanjang tahun 2026.







