,

Konsumsi BBM Meningkat Pada Libur Lebaran

Posted by

Jakarta, Petrominer — PT Pertamina (Persero) memperkirakan kebutuhan bahan bakan minyak (BBM) menjelang libur hari raya Idul Fitri 1437 H akan mengalami lonjakan permintaan. Konsumsi BBM diperkirakan meningkat sampai 50 % di atas rata-rata konsumsi harian (DOT).

Selama periode H-15 hingga H+15 Lebaran, Pertamina memproyeksikan konsumsi BBM jenis premium akan naik 15% dari rata rata normal 71.906 kilo liter (KL) menjadi 82.496 KL. Sedangkan konsumsi solar diperkirakan turun 12% dari rata-rata harian normal 35.173 KL menjadi 31.118 KL. Puncak tertinggi kenaikan diperkirakan terjadi pada H-4 Lebaran, di mana penyaluran diperkirakan capai 50% di atas DOT menjadi 107.859 KL.

“Estimasi puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada H-4 di mana kebutuhan BBM diperkirakan naik mencapai 50% di atas DOT,” ujar Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang, Jum’at (24/6).

Bambang menjelaskan, penurunan konsumsi solar terjadi seiring dilarangnya truk-truk beroperasi saat arus mudik dan balik Lebaran, kecuali mengangkut sembako. Kebutuhan BBM di lokasi wisata diperkirakan meningkat hingga 20%.

Kenaikan signifikan diproyeksikan juga terjadi pada Pertamax, yaitu 17% menjadi sekitar 12.000 KL dan Pertalite akan melonjak 43% menjadi 10.200 KL per hari. Bahkan, Pertamax diperkirakan bisa menyentuh 82% di atas DOT menjadi sekitar 18.500 KL pada H-3 dan Pertalite naik 39% di atas DOT atau 14.240 KL pasa H-5.

Proyeksi kenaikan juga terjadi pada LPG, yaitu naik 9% dari rata-rata harian normal 20.866 MT menjadi 22.622 MT. Pada H-9 s.d. H-2 rata-rata konsumsi LPG diproyeksikan mencapai 13% di atas DOT menjadi 23.500 MT.

Sementara itu, Pertamina terus menjaga stok BBM dan LPG nasional dalam kondisi aman. Ketahanan stok Premium akan mencapai 17 hari, Solar 28 hari, dan Avtur 25 hari. Seiring dengan peningkatan konsumsi Pertamax dan Pertalite, Pertamina menjaga stok Pertamax 25 hari, Pertalite 7 hari, LPG 17 hari.

Untuk memantau ketersediaan BBM di beberapa TBBM, hingga pengiriman BBM ke titik serah, Pertamina telah menerapkan sistem monitoring teknologi informasi terintegrasi, yaitu Sistem Informasi Manajemen Supply dan Distribution (SIMSND). Dengan sistem tersebut, maka jumlah stok dan pengiriman BBM melalui mobil tangki ke Stasiun Pengiriman Bahan Bakar Umum (SPBU) dapat tepat waktu, tujuan dan jumlah.

Sementara untuk mengamankan pasokan BBM, telah disiapkan Tim Satgas TBBM serta mempersiapkan SPBU kantong, yaitu SPBU yang ditunjuk sebagai mobil tangki berisi BBM yang akan dikirimkan ke SPBU stok kritis di area terdekat untuk mengantisipasi hambatan distribusi akibat kemacetan lalu lintas.

“Pada saat macet, pasokan BBM dikirim dari arah sebaliknya (counter flow). Sedangkan untuk antisipasi kondisi darurat, telah disiapkan Pertamax 5 liter dalam kemasan. Pertamax kemasan ini diantarkan melalui sepeda motor dan sepeda, serta ditempatkan di jalan jalan tol. Pertamina akan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk memastikan hal tersebut berjalan baik,” papar Bambang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *