PJB dan Pemkab Sidoarjo berkolaborasi sulap sampah jadi bahan bakar co-firing PLTU.

Surabaya, Petrominer – PT PLN (Persero) mendorong pemanfaatan sampah di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sebagai bahan bakar co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dikelola oleh PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB). Langkah ini diharapkan bisa menjadi salah satu solusi untuk permasalahan sampah di kota tersebut.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pun sepakat untuk menyediakan Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) yang berasal dari sampah di Kabupaten Sidoarjo. Dokumen kerja sama terkait hal ini ditandatangani oleh Direktur Operasi 2 PJB, Rachmanoe Indarto, dan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali, Jum’at (16/9). Disaksikan oleh Direktur Mega Proyek dan EBT PLN, Wiluyo Kusdwiharto, Komisaris Independen PLN, Alex Iskandar Munaf, dan Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan.

“Program co-firing merupakan upaya percepatan target bauran EBT dan komitmen carbon neutral dengan cara melakukan substitusi sebagian batubara dengan sumber energi alternatif seperti sampah, biomassa, dan lainnya. Kami mendukung percepatan program serupa demi tercapainya lingkungan Indonesia yang lebih baik,” ujar Pahala.

Menurutnya, sinergi antar instansi seperti PJB dengan Pemkab Sidoarjo perlu dieksekusi secara langsung untuk membawa perubahan lingkungan yang lebih hijau. Apalagi kerja sama ini juga akan berdampak penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebagaimana sudah ditetapkan dalam target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Selain itu, pemanfaatan sampah sebagai BBJP juga merupakan salah satu rekomendasi KPK.

Bupati Sidoarjo menyampaikan rasa syukurnya atas tercapainya kesepakatan ini. Kerja sama ini akan mendorong seluruh daerah di Kabupaten Sidoarjo untuk dapat mengumpulkan dan mengelola sampahnya dan diubah menjadi BBJP.

“Program co-firing PLTU yang menggunakan BBJP ini menjadi salah satu solusi untuk permasalahan sampah di kota kami (Sidoarjo). Saya berharap agar sinergi ini terus terjalin dengan tujuan menciptakan Sidoarjo bebas sampah dan terwujudnya lingkungan yang bersih serta kualitas udara yang lebih asri,” terangnya.

Sementara Wiluyo mengatakan kesepakatan ini punya arti penting bagi kedua belah pihak. Menurutnya, inisiasi PJB bekerja sama dengan Pemkab Sidoarjo sudah seharusnya diterapkan oleh PLTU lainnya. Pasalnya, kerja sama ini akan saling menguntungkan PJB dan Kabupaten Sidoarjo secara terus-menerus.

“Program co-firing diharapkan dapat berkontribusi sebesar 3,59 persen terhadap bauran energi terbarukan yang ditargetkan mencapai 23 persen pada 2025. Diperlukan pasokan biomassa mencapai 10,2 juta ton per tahunnya. Untuk itu kami membutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder yang di antaranya dukungan dari segi kebijakan, insentif atau kompensasi, pembebasan PPN dan PSDH, hingga dukungan sarana pengolahan sampah,” jelasnya.

Terjalinnya kerja sama ini juga menjadi bukti nyata komitmen PJB dalam mewujudkan target bauran EBT melalui teknologi co-firing pada PLTU sekaligus upaya dalam meningkatkan kualitas lingkungan dengan membantu mengatasi problematika sampah. Program pengelolaan sampah menjadi bahan bakar (waste to fuel) telah diinisiasi PJB dan Pemkab Sidoarjo sejak awal tahun 2022.

Setelah melalui tahapan riset, pengujian keamanan pemanfaatan BBJP di PLTU, serta pemetaan dan mitigasi resiko, telah dilaksanakan pengiriman BBJP dari TPS Jabon Sidoarjo sebanyak 160 ton yang digunakan sebagai bahan bakar co-firing di PLTU Tanjung Awar-Awar dan PLTU Paiton pada bulan Juli dan September 2022. BBJP tersebut dapat digunakan bahan bakar pengganti batubara dalam co-firing sekitar 3 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here