, ,

KKS WK West Kampar dan WK Jabung Tengah Diteken

Posted by

Jakarta, Petrominer – Sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia masih menjanjikan para investor. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya dua kontrak kerja sama (KKS) migas baru.

Kedua KKS tersebut adalah Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja (WK) West Kampar dan WK Jabung Tengah, sebagai hasil Lelang Penawaran Langsung Tahun 2022 dengan periode berbeda. Penandatangan kontrak antara SKK Migas dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tersebut digelar di Kementerian ESDM, Rabu (25/1), disaksikan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Tutuka Ariadji, dan Gubernur Jambi, Al Haris.

WK West Kampar berlokasi di wilayah administrasi Provinsi Riau dan Sumatera Utara. WK ini memiliki potensi sumber daya sebesar 130 MMBO di mana pada WK tersebut juga terdapat lapangan yang telah berproduksi yaitu Lapangan Pendalian dengan OOIP 10,4 MMBO (2P Risk), Cumulative Production 0,8 MMBO dan Remaining Reserve 9,6 MMBO.

Sedangkan WK Jabung Tengah berlokasi di wilayah administrasi Provinsi Riau, Jambi dan Kepulauan Riau, serta memiliki potensi perkiraan sumber daya sebesar 200 MMBOE.

Tutuka menyampaikan harapannya agar penandatanganan KKS dua WK Migas ini dapat menjadi salah satu bukti tolak ukur bagi para investor bahwa industri hulu migas Indonesia masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan serta memiliki daya tarik yang tinggi bagi investor.

“Melalui kegiatan di WK migas ini diharapkan cadangan dan produksi migas dapat meningkat secara berkelanjutan serta mendukung pemenuhan target produksi migas,” ungkapnya.

Kedua WK Migas tersebut merupakan KKS yang menggunakan skema cost recovery dengan jangka waktu WK Produksi West Kampar 20 tahun dan WK Eksplorasi yaitu WK Jabung Tengah berjangka waktu 30 tahun. Sebelum penandatanganan kontrak, KKKS telah menyelesaikan kewajiban finansial yaitu pembayaran bonus tanda tangan dan menyerahkan jaminan pelaksanaan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

“Total investasi komitmen pasti dari penandatanganan ini senilai US$ 49.109.982 dengan bonus tandatangan US$ 400.000,” ujar Tutuka.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengungkapkan bahwa kedua KKS WK Migas yang ditandatangani tersebut tidak ada masalah dari segi pasar. Untuk minyak, akan dimanfaatkan karena kebutuhan minyak Indonesia sendiri masih dipenuhi dengan impor.

“Untuk gas, kedua WK Migas ini punya potensi ke sumatera bagian tengah sendiri, pabrik pupuk, PLN, maupun Pertamina Hulu Rokan, karena infrastrukturnya sudah lengkap dan jika masih ada lebih, akan didistribusikan ke Batam, dan jika masih ada lebihan lagi bisa diekspor ke Singapura,” jelas Dwi.

Sementara Gubernur Jambi Al Haris menyatakan Pemerintah Provinsi Jambi akan mendukung seluruh kebijakan pusat dan siap membuat iklim investasi sektor migas di Provinsi Jambi menjadi aman, nyaman, dan kondusif.

“Tapi kami berharap bahwa kedua WK Migas tersebut bisa melibatkan tenaga-tenaga asli Jambi yang memiliki potensi dan kompetensi dalam bidang migas,” ucapnya.

Rincian mengenai Kontrak Kerja Sama adalah sebagai berikut:

No.

Wilayah Kerja

Kontraktor

Komitmen Pasti dan Bonus Tanda Tangan

1 West Kampar Konsorsium PT APG West Kampar Indonesia dan PT SPRL West Kampar 3 GGRE; 4 sumur pengembangan; 5 sumur workover; reaktiasi fasilitas produksi; 2 studi G&G; Akuisisi & processing Seismik 2D 250 Km; Akuisisi & processing Seismik 3D 50 km2 ; 2 sumur eksplorasi; 1 sumur deliniasi; 1 studi POD dengan total investasi senilai US$ 32.559.982

Bonus Tandatangan: US$ 250.000

2 Jabung Tengah Konsorsium PT Cipta Niaga Gemilang dan PT Raharja Energi Sentosa 3 studi G&G; Akuisisi & processing Seismik 2D 500 Km; dan 2 sumur eksplorasi dengan total investasi senilai US$ 16.550.000

Bonus Tandatangan: US$ 150.000

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *