Jakarta, Petrominer – PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) baru saja merilis kinerja keuangan semester pertama yang berakhir 30 Juni 2018. Berikut ringkasan kinerja MedcoEnergi yang diterima Petrominer, Jum’at (3/8).

Finansial

  • EBITDA di atas US$300 juta, lebih tinggi 50% di banding tahun sebelumnya
  • Laba kotor sekitar US$320 juta, lebih tinggi 60% dibanding tahun sebelumnya
  • Rasio hutang bersih terhadap EBITDA yang telah dianualisasi dipertahankan pada level 3.5x
  • Likuiditas yang kuat dengan posisi kas dan setara kas serta yang dibatasi penggunaannya di atas US$500 juta

Operasional

  • Produksi minyak dan gas sebesar 82,4 mboepd; turun dibandingkan tahun sebelumnya karena penyesuaian permintaan pelanggan gas. Estimasi produksi 2018 dipertahankan >85 mboepd.
  • Ramp up penjualan gas Aceh dimulai pada awal Agustus, meningkatkan kapasitas produksi harian hingga 100 mboepd.
  • Biaya per unit minyak dan gas US$8,5 per boe
  • Penjualan tenaga listrik menjadi sebesar 1,3 GWh, naik 28% dari tahun sebelumnya
    Unit 110 MW ketiga dari Sarulla tahap satu sudah dijalankan

Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi, mengatakan, “kinerja operasional kami yang kuat dan fokus kami terhadap biaya produksi memungkinkan kami untuk memanfaatkan harga komoditas yang menguntungkan saat ini. Dengan selesainya Sarulla tahap 1 dan memasuki operasi komersial dan Aceh dalam tahap commissioning, kami harus memastikan kelancaran operasi kedua proyek tersebut agar terus memberikan hasil yang semakin baik.”

Sementara Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MedcoEnergi, mengatakan “melalui semester pertama di tahun 2018 ini, MedcoEnergi mampu memperkuat posisi fundamentalnya dan berkontribusi secara signifikan terhadap ekonomi negara dengan menyediakan energi yang kompetitif dan terjangkau serta mampu memperluas kapasitas produksi dan kontribusi pajak kami. Kami akan melanjutkan rencana kami untuk memberikan keuntungan bagi para pemangku kepentingan kami serta berinvestasi di masa depan.”

Ikhtisar Keuangan

  • EBITDA semester pertama 2018 sebesar US$ 301,3 juta, 50,4% lebih tinggi dari paruh pertama tahun 2017 yang didorong oleh membaiknya harga komoditas dan volume yang stabil, bersamaan dengan telah dikonsolidasikannya Medco Power. Harga minyak dan gas masing-masing meningkat 35% dan 9% menjadi US$66,8 per barel dan US$6,0 per mmbtu dan harga rata-rata penjualan listrik naik 56% menjadi 4,19¢/kwh, tidak termasuk biaya bahan bakar.
  • Laba kotor sebesar US$319,8 juta, 61,5% lebih tinggi dari paruh pertama tahun 2017, dengan marjin laba kotor 55% lebih tinggi dibandingkan 49% pada semester pertama tahun 2017. Lebih dari 95% pendapatan semester pertama Perseroan diterima dalam dolar AS, dan sekitar 60% dari pengeluaran dibayarkan dalam rupiah.
  • Pendapatan bersih US$41,4 juta, lebih rendah 35% dari semester pertama 2017 karena meski kinerja minyak dan gas meningkat, namun diimbangi dengan adanya kerugian dalam afiliasi pertambangan Perseroan, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang mulai menggiatkan pengembangan tahap 7 dari tambang Batu Hijau.
  • Efisiensi di pengeboran dan proyek pengembangan serta penangguhan biaya yang didukung dengan kurs nilai tukar dollar AS yang memberikan dampak positif telah memungkinkan Perseroan untuk memangkas panduan belanja modal 2018 sebesar ~15%.
  • Medco Power Indonesia menggalang dana sebesar Rp1,2 triliun melalui obligasi konvensional dan obligasi syariah dalam transaksi di pasar modal pertamanya.
    Rasio hutang bersih terhadap EBITDA yang telah dianualisasi adalah 3,5x, atau 3,2x tanpa Medco Power.

Ikhtisar Operasional

  • Pada semester pertama 2018, rata-rata produksi minyak dan gas adalah 82,4 mboepd, lebih rendah dari semester pertama 2017 karena penyesuaian permintaan pasar gas. Perusahaan mempertahankan estimasi produksi sepanjang tahun 2018 sebesar 85 mboepd dengan kapasitas produksi yang dimiliki hingga 100 mboepd, menyesuaikan permintaan dari para pelanggan gas.
  • Biaya per unit minyak dan gas adalah US$8,5 per boe, sejalan dengan target Perseroan untuk mempertahankan biaya per unit di bawah US$10 per boe
  • Peningkatan produksi gas Aceh dimulai pada awal Agustus, dengan nilai proyek di bawah anggaran.
  • Kapasitas terpasang bruto Medco Power Indonesia naik 20% dibandingkan tahun lalu menjadi 2,795 MW setelah operasi komersial pada bulan Mei dari unit ketiga dan terakhir dari fase pertama fasilitas Sarulla Geothermal.
  • Di semester pertama tahun 2018 AMNT telah meningkatkan pembangunan fase 7 tambang Batu Hijau ke kapasitas penuh dan telah mendapatkan fasilitas pinjaman pertamanya dari sebuah bank internasional. Amman saat ini sedang dalam proses penunjukan kontraktor Front End Engineering and Design untuk pembangunan smelter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here