Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2021 ke 12 unit utama dan 32 satuan kerja di lingkungan Kementerian ESDM, Jum’at (27/11).

Jakarta, Petrominer – Tahun 2021 dipastikan menjadi babak baru dalam penanganan pengelolaan anggaran di sektor energi dan sumber daya mineral. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan alokasi sebesar Rp 7 triliun yang telah mendapat persetujuan dari DPR RI akan dimanfaatkan secara cermat, efektif, dan tepat sasaran.

“Pelaksanaan anggaran harus berpedoman pada prinsip reformasi anggaran. Dimanfaatkan betul-betul untuk kepentingan rakyat sesuai arahan Presiden,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2021 ke 12 unit utama dan 32 satuan kerja di lingkungan Kementerian ESDM, Jum’at (27/11).

Arifin pun meminta seluruh unit segera menyusun rencana pelaksaan kegiatan secara rinci sesuai target yang ditetapkan. Tidak hanya itu, dia minta kepada seluruh unit untuk segera menyusun risk register bagi setiap kegiatan yang dianggap penting.

“Identifikasi risiko ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya pembatalan kegiatan seperti di tahun-tahun sebelumnya. Lengkapi data untuk buka blokir dan segera lakukan tender sekarang supaya bisa langsung dieksekusi pekerjaannya di awal tahun 2021,” ungkapnya.

Komitmen pelaksanaan anggaran dengan prinsip kehati-hatian ini tertuang dalam pakta integritas yang dilakukan oleh seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian ESDM, Kepala BPH Migas dan Kepala Badan Pengelolaan Migas Aceh. Pakta integritas juga ditandatangani oleh 180 orang perwakilan pengelola APBN yang terdiri dari para Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Bendahara, Pejabat Pengadaan yang mewakili 492 orang pengelola APBN di seluruh unit di lingkungan KESDM.

Dalam kesempatan itu, Arifin juga menyampaikan bahwa Pemerintah menargetkan penyerapan anggaran ke depan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yakni untuk memulihkan perekonomian nasional.

Ada empat fokus anggaran untuk menjadi perhatian bersama. Keempat hal tersebut di antaranya penanganan kesehatan, perlindungan sosial, pemulihan ekonomi terutama untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan dunia usaha, serta reformasi struktural di bidang kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial.

Untuk itu, belanja pemerintah diharapkan menjadi penggerak utama dalam membangkitkan kembali roda perekonomian nasional, sehingga harus segera dibelanjakan agar masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya.

Di sektor ESDM, porsi terbesar untuk pelaksanaan kegiatan infrastruktur berada di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) dan Badan Geologi. Total alokasi anggaran dari ketiga unit tersebut mencapai Rp 4,4 Triliun (62,8 persen), dengan total belanja untuk infrastruktur sebesar Rp 3,4 Triliun (49, persen).

Anggaran infrastruktur migas diperuntukan untuk program jaringan gas, konverkit kit nelayan dan konverter kit petani. Sementara infrastruktur EBTKE digunakan untuk program PLTS Atap, Revitalisasi PLT EBT, PLT Surya penunjang tugas Kementerian/Lembaga, Alat Penyimpanan Daya Listrik (APDAL), dan Penerangan Jalan Raya Umum (PJU) Tenaga Surya.

Untuk infrastruktur Badan Geologi diantaranya dimanfaatkan untuk pos pengamatan gunung api, sistem mitigasi badan geologi, pusat informasi geopark dan pengembangan warisan geologi, survei seismik migas dan pengembangan jaringan pemantauan air tanah.

Total keseluruhan tender strategis Kementerian ESDM di tahun 2021 mencapai 196 paket dengan nilai Rp 3,4 triliun. Tahap I dilaksanakan tahun 2020 sebanyak 139 paket dengan nilai Rp 2,8 Triliun. Sementara Tender Tahap II yang dilaksanakan tahun 2021 ada sebanyak 57 paket senilai Rp 599 Miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here