
Jakarta, Petrominer – Wärtsilä Energy telah berhasil mengoperasikan mesin hidrogen 100 persen terbaru yang memasok listrik ke jaringan listrik nasional di Bermeo, Spanyol. Uji coba ini adalah demonstrasi pertama di dunia dari mesin hidrogen skala besar yang beroperasi dengan 100 persen hidrogen murni.
Direktur Strategi Teknologi & Dekarbonisasi Wärtsilä, Rasmus Teir, mengatakan uji coba ini menandai langkah maju dalam membuktikan bahwa mesin dapat beroperasi dengan bahan bakar berkelanjutan 100 persen seperti hidrogen. Hal ini menjadi fondasi bagi Wärtsilä untuk mengoperasikan mesin pembangkit listrik skala besar pertama di dunia yang siap menggunakan hidrogen 100 persen dan juga membuka jalur yang jelas menuju sistem energi terbarukan sepenuhnya.
“Ini adalah uji coba untuk masa depan energi terbarukan,” ujar Rasmus Teir dalam pernyataan resmi yang diterima PETROMINER, Kamis (18/6).
Seiring negara-negara dengan cepat meningkatkan skala energi angin dan surya, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi transisi energi adalah bagaimana mempertahankan pasokan listrik yang andal secara berkelanjutan. Dengan pembangkitan energi terbarukan global yang diperkirakan tumbuh hampir 4.600 gigawatt (GW) pada 2030, teknologi fleksibel yang mampu menyeimbangkan jaringan listrik selama periode rendahnya output pembangkit tenaga angin dan matahari menjadi semakin penting
Saat ini, mesin hidrogen Wärtsilä 31H2 bisa beroperasi dengan 100 persen hidrogen dan memasok daya ke jaringan listrik nasional Spanyol. Ini menunjukkan bahwa mesin hidrogen skala besar dapat menyediakan daya berkelanjutan yang fleksibel dan dapat dijadwalkan untuk mendukung sistem energi terbarukan di masa depan.
Apalagi, hidrogen hijau tidak menghasilkan emisi karbon, sehingga memungkinkan pembangkitan listrik bersih sekaligus mendukung dekarbonisasi jaringan listrik yang didominasi energi terbarukan. Hidrogen juga dapat menyimpan kelebihan listrik terbarukan dan menyediakan daya yang andal ketika pembangkitan angin atau surya menurun, sehingga membantu menstabilkan sistem dan meningkatkan keandalan energi.
Mesin Wärtsilä 31H2, bagian dari platform Wärtsilä 31, merupakan salah satu mesin 4-tak dual-fuel paling efisien di dunia. Mesin ini memperihatkan bahwa hidrogen dapat bergerak melampaui teori menjadi infrastruktur energi, dan menjad mesin hidrogen murni terbesar di dunia, dengan kinerja yang saat ini sedang diverifikasi di Bermeo.
“Kami telah membuktikan bahwa teknologi ini siap. Sekarang, fokus pada menciptakan lingkungan yang tepat untuk meningkatkan skalanya, didukung oleh regulasi yang tegas, kejelasan investasi, dan infrastruktur yang diperlukan guna mempercepat pertumbuhan energi terbarukan dan bahan bakar berkelanjutan seperti hidrogen. Teknologi ini sudah ada, sekarang saat untuk meningkatkannya,” ujar Rasmus Teir.
Pembangkit listrik berbasis Wärtsilä 31 dirancang untuk mendukung industri yang tumbuh pesat dan berintensitas energi tinggi, seperti pusat data, fasilitas manufaktur, dan industri. Mesin ini cocok untuk pembangkit listrik yang fleksibel dan berkelanjutan, serta lingkungan off-grid.
Pesanggaran Bali
Komitmen Wärtsilä dalam mengembangkan hidrogen untuk juga telah dibuktikan di Indonesia. Pada November 2025, Wärtsilä dan PLN Indonesia Power berhasil melakukan uji campuran hidrogen pada mesin Wärtsilä 50DF di pembangkit listrik Pesanggaran, Bali. Dalam uji coba, dicapai campuran hidrogen hingga 23 persen pada beban parsial, dan menunjukkan efisiensi pembakaran yang lebih baik serta emisi CO2 yang lebih rendah dibandingkan pengoperasian gas alam murni.
Energy Business Director Australasia Wärtsilä Energy, Kari Punnonen, mengatakan perkembangan seperti uji coba hidrogen Bermeo dan uji campuran hidrogen Pesanggaran Bali menyoroti sifat teknologi mesin Wärtsilä yang siap menghadapi masa depan dan fleksibel terhadap bahan bakar.
“Melalui kolaborasi erat dengan pelanggan dan mitra kami di Indonesia, kami secara aktif mengeksplorasi bagaimana kemampuan ini dapat mendukung transisi Indonesia menuju energi bersih,” ujar Kari.









Tinggalkan Balasan