Menteri ESDM Ignasius Jonan saat menikmati dan duduk di dalam mobil listrik yang di pajang di arena pameran Hari Listrik Nasional ke 74 di Jakarta Convention Center, Rabu (09/10). (Petrominer/Fachry Latief)

Jakarta, Petrominer – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengapresiasi pertumbuhan sektor ketenagalistrikan selama beberapa tahun terakhir ini. Selain kapasitas terpasang meningkat, rasio elektrifikasi mampu mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah nasional (RPJMN).

Kapasitas listrik terpasang dalam lima tahun terakhir meningkat pesat. Hingga akhir 2019, akan ada tambahan sekitar 19 gigawatt (GW) listrik atau sekitar 40 persen dibandingkan kapasitas terpasang tahun 2014. Bahkan, hingga tahun 2024, direncanakan penambahan pembangkit listrik ini akan menjadi 90 GW.

“Kapasitas listrik terpasang tahun 2014 lebih kurang 50 GW, sekarang 65-66 GW, hingga akhir tahun (2019) sekitar 70 GW, ada sekitar 19 GW tambahan kapasitas terpasang. Banyak tambahannya, sekitar 40 persen dalam lima tahun terakhir. Sampai akhir 2024, direncanakan akan menambah 90 GW, meneruskan program 35 GW yang belum selesai. Kalau demand tinggi, bisa sampai 100 GW. Terima kasih kepada stakeholder, IPP (Independent Power Producer), dan PLN,” ujar Jonan ketika membuka Pameran Hari Listrik Nasional ke-74 (HLN ke-74), Rabu (9/10).

Selain tambahan kapasitas pembangkit listrik, Menteri juga memberikan apresiasi atas bantuan sambungan listrik gratis dari stakeholder dan pegawai Kementerian ESDM, PLN, dan BUMN yang telah mencapai 525 ribu sambungan listrik dari sekitar 700 ribu rumah yang belum berlistrik. Pegawai Kementerian ESDM mampu mengumpulkan hampir 3.000 sambungan listrik, pegawai PLN 40 ribu sambungan, 100 ribu sambungan dari BUMN, dan 325 ribu sambungan dari stakeholder Kementerian ESDM.

Sementara untuk rasio elektrifikasi, Jonan menyebut capaian saat ini telah melampaui target RPJMN. Saat ini, rasio elektrifikasi telah mencapai 98,83 persen. Hingga akhir 2019, diharapkan bisa mencapai 99 persen.

“Kalau di RPJMN target akhir tahun 2019 (rasio elektrifikasinya) 97,6 peren, jadi kita sudah jauh melebihi. Ini juga dilaporkan di sidang kabinet, ini merupakan capaian luar biasa, melebihi target,” tegasnya.

HLN Ke-74

Acara tahunan Seminar dan Pameran industri ketenagalistrikan yang diselenggarakan oleh Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) ini berlangsung tanggal 9 sampai 11 Oktober 2019. Kali ini, HLN ke-74 mengusung tema “Keberlanjutan Sektor Ketenagalistrikan dalam menghadapi Era Industri 4.0”.

Dalam kesempatan itu, Jonan kembali menegaskan manfaat penggunaan kendaraan listrik, yakni agar impor energi berkurang.

“Supaya kita itu bisa mengurangi impor energi. Kalau kendaraan listrik makin banyak sehingga defisit neraca perdagangan tidak makin lebar,” katanya.

Selain itu, penggunaan kendaraan listrik juga mampu mengurangi masalah polusi udara. Dengan memperbanyak kendaraan listrik, langit akan lebih cerah karena tak dikotori emisi.

Selain seminar, kegiatan HLN Ke-74 ini juga diisi dengan pameran beberapa kendaraan listrik. Mobil listrik yang ditampilkan di antaranya adalah Citroen Mehari, Bus TransJakarta, Mercedez-Benz E300, Tesla Model 3. Sedangkan untuk sepeda motor ada Yamaha Fino, Vespa PX 150, BMW R27, Motor BFG Bintang dan Honda ST 70/Dax serta Gesits.

Malahan, Tesla menyediakan layanan test drive. Sedangkan Gesits menyediakan layanan test ride di Jakarta Convention Centre selama pameran74. Jonan pun sempat melihat Mercedes Benz E300 dan duduk di dalam kabin Tesla Model 3.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here