Jakarta, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mempersiapkan kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi dalam menjalankan penambangan batubara. Melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ESDM, Pemerintah Indonesia tengah menjalin kemitraaan dengan Japan, Oil, Gas and Metals National Corporation (JOGMEG).

BPSDM ESDM dan JOGMEC telah menandatangani sebuah kesepakatan awal atau Memorandum of Undestanding (MoU). Kerja sama ini diharapkan mampu menghasilkan produk batubara yang lebih baik, sambil menekan rasio kecelakaan kerja di pertambangan batubara.

“Bagi Indonesia, batubara adalah komoditas penting. Selain untuk penghasilan negara, 60 persen batubara juga masih digunakan untuk membangkitkan listrik saat ini,” kata Kepala BPSDM ESDM, IGN Wiratmaja Puja, Jum’at (21/2).

Menurut Wiratmaja, berdasarkan MoU ini, akan diselenggarakan program alih teknologi di kedua negara. Dengan adanya diklat di Jepang, Kementerian ESDM bisa melihat langsung proses bisnis penambangan batubara.

“Kerja sama ini diharapkan mampu menghasilkan produk batubara yang lebih baik serta menekan rasio kecelakaan kerja di pertambangan batubara. Kita juga berharap hasil yang didapatkan dari tenaga yang kompeten ini bisa mengirim batubara ke Jepang dengan hasil yang lebih baik dan semakil kecilnya tingkat kecelakaan,” tegasnya.

Pelaksanaan pelatihan di Indonesia akan digelar di sembilan perguruan tinggi nasional, yaitu STTIND Padang, Universitas Syiah Kuala, Universitas Lambung Mangkurat, Politeknik Akamigas Cepu, Universitas Palangkaraya, Universitas Islam Bandung, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, UPN Veteran Yogyakarta dan Universitas Trisakti.

Pendampingan alih teknologi di perusahaan tambang batubara bawah tanah di Indonesia didapat langsung melalui expert/narasumber dari Jepang, dengan seluruh biaya ditanggung oleh Jepang. Sementara untuk pelaksanaan pelatihan di Jepang, akan dilaksanakan di Kushiro Coal Mine, berpotensi meningkatkan pendapatan BLU PPSDM Geominerba.

Kemitraan Kementerian ESDM dengan JOGMEC sudah dimulai sejak tahun 2002. Terakhir kali, penandatanganan MoU dilaksanakan 1 Maret 2017 dan berlaku selama tiga tahun. Lingkup kerja sama ini terkait diklat dan transfer teknologi tambang bawah tanah dalam program The Training Project on Coal Mining Technology.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here