Peresmian PLTS Atap di Pabrik Danone-AQUA Klaten, Jawa Tengah, Selasa (6/10). Acara ini sekaligus menandai refleksi satu tahun komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menjadi provinsi bertenaga surya pertama di Indonesia.

Klaten, Petrominer – Ambisi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menjadi Provinsi Energi Surya bakal segera terwujud. Sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dengan kapasitas 2.919 kilowatt-peak (kWp) baru saja beroperasi di salah satu lokasi industri di Klaten, Jawa Tengah.

Ini merupakan salah satu batu loncatan bagi Pemprov Jateng untuk merealisasikan target pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 21,32 persen di tahun 2025. Melalui pemanfaatan energi surya, Jateng bakal menjadi provinsi tenaga surya pertama di Indonesia.

Apalagi, potensi energi surya yang dimiliki Jateng mencapai 4,05 kWh/kWp per hari. Ini berada di atas rata-rata Indonesia, yang sebesar 3,75 kWh/kWp. Secara geografis, Provinsi Jateng berada di daerah khatulistiwa yang terletak pada 10°LS memiliki intensitas penyinaran matahari 3,5 kwh/m²/hari – 4,67 kwh/m²/hari. Dengan begitu, seluruh wilayah di Jateng potensial untuk dibangun PLTS.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, menjelaskan bahwa pembangunan PLTS Atap telah menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jateng untuk mengembangkan EBT, diantaranya dengan mengutamakan penggunaan energi surya. Ini sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 12 tahun 2018 tentang Rencana Energi Daerah (RUED-P) yang merupakan turunan dari Peraturan Presiden Nomor 22 tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

“Jawa Tengah merupakan provinsi pertama di Indonesia yang menyelesaikan rencana tersebut dan menyerahkannya kepada pemerintah pusat di September 2019,” ujar Sujarwanto.

Tidak hanya itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga telah mengeluarkan Surat Edaran Gubernur untuk pemanfaatan rooftop solar di bangunan pemerintah, publik, komersial, dan industri. Tentunya, ini semua untuk mendorong akselerasi pemanfaatan energi surya di Jawa Tengah. Malahan, beberapa dinas Pemprov telah menganggarkan pembiayaan untuk instalasi rooftop solar tahun ini.

“Dengan potensi energi surya yang ada serta semangat pengembangan EBT oleh Gubernur Jawa Tengah dan jajaran Dinas ESDM, Provinsi Jawa Tengah dapat menjadi pionir dan pemimpin dalam pemanfaatan energi surya dalam bentuk PLTS Atap,” tegasnya.

Program ini mendapat dukungan dari kalangan industri yang beroperasi di Jateng. Salah satunya melalui pembangunan PLTS Atap di pabrik Danone-AQUA di Klaten, Jawa Tengah. Pembangkit tersebut diresmikan dalam sebuah acara seremonial secara virtual, Selasa (6/10).

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Pabrik Danone-AQUA Klaten, Jawa Tengah.

Pembangkit listrik tenaga surya fotovoltaik (PV) itu dikembangkan, dibangun, dan dioperasikan oleh Total Solar Distributed Generation (DG) Southeast Asia. Saat ini merupakan yang terbesar di Jateng yang diprakarsai oleh industri.

“Dengan kapasitas 2.919 kWp, PLTS Atap tersebut dapat menghasilkan listrik sebesar 4 GWh (Gigawatt hour) per tahun, sekaligus mengurangi 3.340 ton emisi karbon per tahun,” jelas Sujarwanto.

Pelopor PLTS Atap

Sementara itu, Presiden Direktur PT Tirta Investama (Danone-AQUA), Corine Tap, menyatakan bahwa Danone-AQUA merupakan pelopor pemanfaatan PLTS Atap yang diinisiasi industri di Indonesia sejak tahun 2017. Perusahaan berkomitmen membangun PLTS Atap di 17 pabrik Danone-AQUA di Indonesia dengan total kapasitas lebih dari 15.000 kWp pada tahun 2023.

“Menjadi mitra aktif Pemerintah dalam menerapkan energi bersih dan terbarukan merupakan salah satu prioritas yang sesuai dengan visi global perusahaan, yakni One Planet One Health,” ungkap Corine Tap.

Menurutnya, penggunaan solar panel terbesar di pabrik Klaten merupakan salah satu wujud nyata dari berbagai usaha yang telah dilakukan. Ini juga merupakan bentuk komitmen Danone untuk menjadi salah satu katalisator dari industri dalam mendukung Provinsi Jawa Tengah menjadi provisi energi surya pertama di Indonesia.

Danone-AQUA pertama kali membangun PLTS Atap di pabrik Ciherang, Jawa Barat, tahun 2017. Pembangkit dengan kapasitas 770 kWp itu dapat menghasilkan listrik sebesar 1 GWh per tahun serta pengurangan emisi karbon sebesar 825 ton per tahun.

Perusahaan ini pun berkomitmen untuk mencapai target yang akan dicapai hingga tahun 2023, di mana 17 pabrik Danone-AQUA akan menggunakan PLTS Atap dengan total kapasitas sistem lebih dari 15.000 kWp dan mampu menghasilkan listrik sebesar 21 GWh serta mengurangi emisi karbon sebesar 16.633 ton CO2 per tahun melalui pemanfaatan solar panel.

Selain di Klaten, Danone-AQUA telah memasang PLTS di dua pabrik lainnya. Di Ciherang, Jawa Barat, dengan kapasitas 770 kWp dan dapat menghasilkan listrik sebesar 1 GWh per tahun serta pengurangan emisi karbon sebesar 825 ton per tahun. Dan di Banyuwangi, Jawa Timur, dengan kapasitas 378 kWp serta dapat menghasilkan listrik sebesar 566 MWh per tahun dengan pengurangan emisi karbon dari 470 ton per tahun.

Untuk tahun 2021, Danone-AQUA berencana memasang PLTS Atap di Pabrik Mekarsari dan Cianjur di Jawa Barat, Pabrik Tanggamus di Lampung, Pabrik Langkat di Sumatera Utara, Pabrik Mambal di Bali, serta di Pabrik Solok Sumatera Barat, dengan target kapasitas produksi 6.079 kWp dan 7,9 GWh per tahun serta pengurangan emisi karbon sebesar 5.858 ton per tahun.

“Selanjutnya secara bertahap menyelesaikan pemasangan PLTS nya di seluruh pabrik AQUA di Indonesia hingga tahun 2023,” tegas Corine Tap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here